Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer

الخميس، 23 ديسمبر، 2010

leARn ENGlish

Dalam ruangan ini, terdapat pelbagai kata-kata mutiara ( dalam bahasa Inggeris dan Melayu)

I am not afraid of storms, for I'am learning to sail my ship. (LM Alcott)

The gem cannot be polished without friction, nor man perfected without trial ( Chinese Proverb)

The greater the difficulty the greater the glory. ( Cicero)

It is not until we have passsed through the furnance that we are made to know how much dross there is in our composition. ( CC Colton)

Adversity reveals genius; prosperity concelas it. ( Horace)

Little minds are tamed and subdued by misfortune; but great minds rise above them. ( W Irving)

We become wiser by our adversity. (Seneca)

Anger begins with folly and ends with repentance. (HG Bohn)

The fire you kindle for your enemy often burns yourself more than him. (Chinese Proverb)

He who establishes his argument by noise and command, shows that his reason is weak. (Montaigne)

Anxiety is good for nothing if we cannot turn it into defense. (Meyrick)

Try not to be a man of succes, but rather to become a man of value. (Eisnsten)

Morality knows nothing of geographical boundaries or distinctions of race. ( H Spencer)

For man is man and master of his own fate. (A L Tennyson)

Common sense is not so common. (Voltaire)

Simple solutions seldom are. It takes a very unusual mind to undertake anlysis of the obvious. (A N Whitehead)

You cannot reate experience. You must undergo it. (A Camus)

The heart of a fool is in his mouth, but the mouth of a wise man is in his heart. (B Franklin)

Mind is the partial side of man; the heart is everything. (Rivarol)

Hope, of all ills men endure. The only cheap and universal cure. (A Cowley)

Nothing is more scandalous than a man who is proud of his humility. (Aurelius)

Always laugh when you can; It is cheap medicine. (Byron)

Humour is man's greatest blessing. (M Twain)

Patience is concentrated strength. (Bulwer-Lytton)

Patience and fortitude conquer all things. (Emerson)

Patience is the art of hoping. (Vanvenargues)

No man is such a conqueror as the man who has defeated himself. (H W Beecher)

Knowing others is intelligence; knowing yourself is true wisdom. (Lao Tse)

There is no greater delighet than to be concious of sincerity on self-examination. (Mencius)

No one can make you feel inferior without your consent. (E Roosevelt)

One must be poor to know the luxury of giving. (G Eliot)

To generous souls, every task is noble. (Euripedes)

The hands that help are holier than the lips that pray. (R G Ingersoll)

Tangan yang memberi lebih mulia dari yang menerima.

MuHasABah DirI

Sudah sepantasnya kitamelakukan muhasabah setiap hari.

Dengan berbagai dosa-dosa, baik yang kecil maupun besar yang selalu mengiringi langkah kehidupan kita, apalagi di jaman fitnah yang membuat seseorang lebih sulit lagi untuk bisa terhindardari dosa

Berikut ini ada 36 pertanyaan yang bisa kita jadikan bahan untuk muhasabah harian, silahkan dijawab dengan sejujur-jujurnya karena tidak akan ada yang jadi penilai selain anda sendiri dan Allah SWT


1. Apakah anda setiap hari selalu shalat shubuh berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)

2. Apakah anda selalu menjaga shalat yang 5 waktu berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)

3. Apakah anda hari ini membaca Al-Qur?an?

4. Apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan shalat wajib?

5. Apakah anda selalu menjaga shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib?

6. Apakah anda hari ini khusyu? dalam shalat, menghayati apa yang anda baca?

7. Apakah anda hari ini mengingat mati dan kubur?

8. Apakah anda hari ini mengingat hari kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya?

9. Apakah anda telah memohon kepada Allah sebanyak 3 kali agar dimasukkan ke dalam syurga?

10. Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah sebanyak 3 kali agar diselamatkan dari api neraka? Karena: “Barang siapa yang memohon syurga kepada Allah sebanyak 3 kali, Syurga berkata, “Wahai Allah! Masukkanlah ia ke dalam syurga”, dan barang siapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak 3 kali, Neraka berkata, “Wahai Allah! Selamatkan ia dari api neraka”.” (Shahih Al-Jami? No. 6151 Jilid 6)

11. Apakah anda hari ini membaca hadits Rasulullah Shallallahu ?alaihi wa sallam?

12. Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?

13. Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?

14. Apakah anda hari ini menangis karena takut kepada Allah?

15. Apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore hari?

16. Apakah anda hari ini telah memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah anda perbuat?

17. Apakah anda telah memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid? Karena Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid, maka Allah akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidurnya.” (HR. Muslim)

18. Apakah anda telah berdo?a kepada Allah agar Ia menetapkan hati anda di atas agama-Nya?

19. Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo?a kepada Allah di waktu ?waktu yang mustajab?

20.Apakah anda telah membeli buku-buku islam untuk memahami islam? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang diikuti oleh para sahabat Nabi, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar).

21. Apakah anda memintakan ampun kepada Allah untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah? Karena dengan mendo?akan mereka anda mendapat kebaikan pula. (Shahih Al-Jami? No. 5902)

22. Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat Islam?

23. Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya?

24. Apakah hari ini anda telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan?

25. Apakah anda dapat menahan amarah yang disebabkan karena urusan pribadi dan berusaha untuk marah karena Allah semata?

26. Apakah anda telah berusaha untuk selalu menjauhkan diri dari sikap sombong dan membanggakan diri?

27. Apakah anda telah mengunjungi saudara ?saudara seiman dan seagama (ikhlas karena Allah semata)?

28. Apakah anda telah berdakwah untuk keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang yang ada hubungannya dengan diri anda?

29. Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua?

30. Apakah anda selalu mengucapkan “Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji?uun ? Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya” jika anda mendapat musibah dari Allah? Karena Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda: “Hendaklah masing-masing kalian melakukan istirja? (mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji?uun) pada setiap hal meskipun ketika tali sandalnya putus karena hal itu termasuk musibah.” (Hadits hasan, lihat Shahih Al-Kalimut Thayyib No. 140)

31. Apakah anda hari ini mengucapkan do?a: “Allahumma Innii A?uudzubika an Usyrikabika wa Anaa A?lam wa Astaghfiruka Limaa laa A?lam ? Ya allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahui dan aku memohon ampunan-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui.” (Shahih Al-Jami? No. 3625). Barang siapa yang mengucapkannya maka Allah akan menjauhkan darinya dari syirik besar dan syirik kecil.

32. Apakah anda selalu berbuat baik kepada tetangga?

33. Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad dan dengki?

34. Apakah anda telah membersihkan lisan anda dari perkataan dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata yang tidak ada manfaatnya?

35. Apakah anda selalu takut kepada Allah dalam hal penghasilan, makanan, minuman dan pakaian?

36. Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan?

“Akhi muslim, jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan nyata, agar engkau mendapat ridla Allah dan menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan di akherat, Insya Allah.”

reNunGan BerSAmA..

Kita sering mahukan hari yang CERAH….

Tetapi Allah lebih mengetahui, hakikatnya hujan perlu diturunkan…

Kita ingin seringkan KESERONOKAN…..

Jauh sekali akan KESUSAHAN…

Tetapi Allah lebih mengetahui KESUSAHAN itulah yang mengajar ERTI KEHIDUPAN…

Kita sering menginginkan KETENANGAN…..Hakikatnya diri ini penuh dengan DOSA & KEJAHATAN

————————————————————————————-



Kita sering mempersoalkan, Ya Allah, kenapa semua ini terjadi pada aku sedangkan hati ini tidak menginginkannya ?, kenapa berat sangat ujian ini ? dan bagaimana untuk aku menghadapi semua ini ?

Semuanya telah Allah SWT jelaskan Al-Quran di atas setiap perkara yang kita persoalkan. Maha Suci Allah dari menzalimi hamba-hambaNYA bahkan manusia itulah yang banyak menzalimi dirinya dengan melakukan dosa-dosa.

—————————————————————————



“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

(Surah Al-Baqarah ayat 216)


“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan Kesanggupannya.”

(Surah Al-Baqarah ayat 286)


“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk”

(Surah Al-Baqarah ayat 45)

———————————————————————————–

APABILA MENGHADAPI UJIAN



Ujian adalah guru yang tidak bercakap, tetapi ia

sangat mengajar dan mendidik. Ujian terkecil apalagi

terbesar adalah takdir Allah. Yang mempunyai maksud

tertantu. Kerana jahilnya kita, apabila ditimpa ujian

samada secara langsung dari Allah atau melalui orang

lain, kita mula melatah. Terasa Allah tidak adil,

sengaja hendak menyusahkan kita. Atau kita menyalahkan

orang yang mendatangkan ujian tersebut. Hati berdendam

dan mudah buruk sangka. Yang dahsyatnya ialah kalau

hati buruk sangka pada Allah yang mendatangkan ujian

itu.

Allah Maha Pengasih, jauh sekali Allah takdirkan ujian

hanya untuk menyusahkan hamba-Nya. Marilah kita

sama-sama cungkil hikmah di sebalik ujian yang
ditimpakan.

Ujian sebenarnya melatih kita untuk mendapatkan

sifat-sifat yang terpuji. Sabar, redha, tawakkal, baik

sangka, mengakui diri sebagai hamba yang lemah,

mendekatkan diri dengan Allah, harapkan pertolongan

Allah, merasai dunia hanya nikmat sementara dan

sebagainya.

Berasa diri berdosa adalah juga sifat terpuji. Sebab

itu bagi orang yang sudah banyak melakukan dosa atau

lalai daripada mengingati Allah, maka Allah datangkan

ujian kesusahan kepadanya. Supaya hamba-Nya tadi tidak

tenggelam dalam dosa dan noda. Kadangkala Allah

dedahkan dosa yang dilakukan hingga ramai orang tahu.

Bukan untuk menghinakan kita tetapi untuk memberi

ingatan supaya kita bertaubat. Dan tidak meneruskan
perbuatan dosa itu sehingga bila-bila.



Ujian juga bermaksud qisas (pembalasan) ke atas

dosa-dosa kita. Setiap perbuatan dosa mesti dihukum,

samada di dunia atau di akhirat (kecuali kita telah

bertaubat sungguh-sungguh sehingga Allah mengampunkan

dosa itu). Bagi orang yang Allah kasih, di dunia lagi

Allah hukum, tidak di akhirat. Yakni dengan

didatangkan kesusahan, penderitaan, kesakitan,

kemiskinan, kehilangan pengaruh dan sebagainya.

Sekiranya kita boleh bersabar dan redha, maka itulah

ganjaran pahala untuk kita. Sebaliknya kalau kita

tidak boleh bersabar dan tidak redha, malah

merungut-rungut, mengeluh dan memberontak, hanya akan
menambahkan lagi dosa kita.



Begitulah Allah Yang Maha Pengasih kepada

hamba-hambanya, tidak mahu hukum kita di akhirat,

kerana penderitaan di Neraka berpuluh-puluh kali ganda

lebih dahsyat daripada penderitaan di dunia. Sekiranya

kita telah dihukum di dunia lagi, kita patut bersyukur

kerana apabila kembali ke akhirat, kita telah bersih

daripada dosa.

Adakalanya, kita ditimpakan kesempitan hidup. Sengaja

Allah takdirkan demikian kerana Allah sayang pada

kita. Allah hendak melatih kita menjadi orang yang

bersabar dan redha dengan takdir-Nya. Mungkin kita

akan sombong dan bakhil kalau dikurniakan harta

melimpah ruah, maka Allah didik kita dengan
kemiskinan.



Apabila kita diuji dengan kesakitan, Allah mahu

memberitahu kita bahawa bagitulah susah dan

menderitanya orang yang sedang sakit. Semoga kita

menjadi orang yang bertimbang rasa; menziarahi dan

membantu mereka yang menderita sakit. Orang yang

sedang sakit, hatinya mudah terusik. Sesiapa saja yang

datang dan memberi nasihat, InsyaAllah mudah

diterimanya.

Bagaimana pula kalau kita diuji dengan kematian orang

yang paling kita sayangi. Ujian ini sangaja

didatangkan agar terasalah kita ini lemah, tiada kuasa

untuk menolak ketentuan Allah. Akan tertanamlah rasa

kehambaan di dalam hati, sekaligus membuang rasa
bangga diri.



Begitulah, sebenarnya Allah mahu kita sentiasa

beringat-ingat. Agar dengan ujian itu, kita sebagai

hamba akan datang untuk mengadu, mengharap, merintih

belas ihsan, dan sentiasa merasakan hanya Allah tempat

meminta segala-galanya.

Ujian juga adalah untuk menilai sejauh mana keyakinan

kita kepada Allah. Semakin diuji sepatutnya semakin

bertambah iman kita, dan semakin hampir kita dengan
Allah. Firman Allah dalam surah Al Imran; 142 yang bermaksud:

“Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk

syurga, pada hal belum nyata bagi Allah orang-orang

yang berjihad di antara kamu dan belum nyata
orang-orang yang bersabar.”

Firman Allah dalam Surah Az Zumar;10 yang maksudnya:

“Sesungguhnya diberi ganjaran orang sabar dengan
pahala tanpa hisab.”

Allah takdirkan ujian demi ujian untuk memberi peluang

kepada kita mendapatkan pahala sabar. Barangsiapa yang

sabar dan redha tanpa mengeluh, merungut atau

marah-marah pada Allah, insyaAllah ganjarannya di

syurga. Oleh itu, apa salahnya Allah uji kita kerana
hendak menyelamatkan kita di akhirat kelak!



Berbeza pula halnya dengan ujian yang ditimpakan ke

atas para Rasul, para nabi, wali-wali dan

kekasih-kekasih Allah. Ujian ke atas mereka bermaksud

untuk meninggikan darjat dan kedudukan mereka di sisi

Allah. Sebab itu ujian yang mereka hadapi berat-berat

belaka. Tatkala Rasulullah berdakwah ke Taif,

masyarakat Taif bukan sahaja tidak menerima dakwah

baginda, malah mencaci, menghina dan melempari baginda

dengan batu dan najis. Para malaikat menawarkan diri

untuk menghapuskan orang-orang yang berlaku durjana

kepada baginda. Tetapi dengan tenang, baginda

menjawab:

“Biarkan mereka, jangan diapa-apakan mereka
kerana mereka tidak tahu, mereka masih jahil.”

Demikianlah, orang-orang yang tinggi taqwa dan

keimananya; tidak mengeluh apabila diuji. Berbeza

dengan golongan orang awam seperti kita ni, apabila

diuji kita mudah jahat sangka dengan Allah dan

berdendam dengan orang yang mendatangkan ujian kepada

kita. Walhal bukan orang itu yang hendak menyusahkan

kita, tetapi hakikatnya Allah. Allah yang hendak uji

kita, menggunakan orang itu sebagai perantaraan. Jadi,
tanyalah Allah kenapa kita diuji….


Marilah kita lihat bandingannya. Katalah suatu ketika

guru besar mengarahkan ketua murid merotan seorang

murid yang melanggar disiplin sekolah. Apa reaksi

murid yang dirotan itu? Kalau dia seorang yang insaf

dan tahu diri, ia segera terfikir akan kesalahan yang

dilakukannya, mungkin dia berazam untuk tidak

mengulanginya lagi. Itulah murid yang cerdik, dia

sedar hikmah di sebalik dia dirotan. Tetapi bagi murid

yang tidak mahu berfikir, sudahlah tidak mahu mengaku

kesalahannya, dia berdendam pula kepada ketua murid

atau guru besar yang merotannya.

Mengapa harus berdendam? Ketua murid hanya menjalankan

tugas. Guru besar pula menjalankan keadilan; yang

bersalah tidak dihukum, tidak ada jaminan yang dia

tidak mengulangi kesalahannya. Kalau begitu, murid
yang bersalah itu layaklah dirotan.

Begitulah halnya dengan Allah yang Maha Pengasih.

Berbagai-bagai cara Allah gunakan untuk mendidik kita.

Diberikan-Nya ujian demi ujian sebagai peringatan

kepada kita. Tetapi sedikit sekali yang mencari hikmah

dan mengambil iktibar daripada ujian yang ditimpakan.

Malahan ujian membuatkan kita bertambah jauh dari

Allah; mengeluh dan menyesali takdir Allah. Marilah

kita menyedari akan kesilapan kita selama ini.

Terimalah sagala ujian yang besar mahupun yang kecil

sebagai satu didikan terus dari Allah.

Dan ingatlah, andaikata kita diuji, kita masih wajib

bersyukur kerana masih ada 1001 jenis nikmat lain yang

Allah kurniakan kepada kita! Jadi mengapa mesti
merungut ketika diuji?

الثلاثاء، 21 ديسمبر، 2010

Sama2 mUhaSabaH dIrI

Sudah sepantasnya kitamelakukan muhasabah setiap hari.

Dengan berbagai dosa-dosa, baik yang kecil maupun besar yang selalu mengiringi langkah kehidupan kita, apalagi di jaman fitnah yang membuat seseorang lebih sulit lagi untuk bisa terhindardari dosa

Berikut ini ada 36 pertanyaan yang bisa kita jadikan bahan untuk muhasabah harian, silahkan dijawab dengan sejujur-jujurnya karena tidak akan ada yang jadi penilai selain anda sendiri dan Allah SWT



1. Apakah anda setiap hari selalu shalat shubuh berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)

2. Apakah anda selalu menjaga shalat yang 5 waktu berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)

3. Apakah anda hari ini membaca Al-Qur?an?

4. Apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan shalat wajib?

5. Apakah anda selalu menjaga shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib?

6. Apakah anda hari ini khusyu? dalam shalat, menghayati apa yang anda baca?

7. Apakah anda hari ini mengingat mati dan kubur?

8. Apakah anda hari ini mengingat hari kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya?

9. Apakah anda telah memohon kepada Allah sebanyak 3 kali agar dimasukkan ke dalam syurga?

10. Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah sebanyak 3 kali agar diselamatkan dari api neraka? Karena: “Barang siapa yang memohon syurga kepada Allah sebanyak 3 kali, Syurga berkata, “Wahai Allah! Masukkanlah ia ke dalam syurga”, dan barang siapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak 3 kali, Neraka berkata, “Wahai Allah! Selamatkan ia dari api neraka”.” (Shahih Al-Jami? No. 6151 Jilid 6)

11. Apakah anda hari ini membaca hadits Rasulullah Shallallahu ?alaihi wa sallam?

12. Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?

13. Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?

14. Apakah anda hari ini menangis karena takut kepada Allah?

15. Apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore hari?

16. Apakah anda hari ini telah memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah anda perbuat?

17. Apakah anda telah memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid? Karena Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid, maka Allah akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidurnya.” (HR. Muslim)

18. Apakah anda telah berdo?a kepada Allah agar Ia menetapkan hati anda di atas agama-Nya?

19. Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo?a kepada Allah di waktu ?waktu yang mustajab?

20.Apakah anda telah membeli buku-buku islam untuk memahami islam? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang diikuti oleh para sahabat Nabi, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar).

21. Apakah anda memintakan ampun kepada Allah untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah? Karena dengan mendo?akan mereka anda mendapat kebaikan pula. (Shahih Al-Jami? No. 5902)

22. Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat Islam?

23. Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya?

24. Apakah hari ini anda telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan?

25. Apakah anda dapat menahan amarah yang disebabkan karena urusan pribadi dan berusaha untuk marah karena Allah semata?

26. Apakah anda telah berusaha untuk selalu menjauhkan diri dari sikap sombong dan membanggakan diri?

27. Apakah anda telah mengunjungi saudara ?saudara seiman dan seagama (ikhlas karena Allah semata)?

28. Apakah anda telah berdakwah untuk keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang yang ada hubungannya dengan diri anda?

29. Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua?

30. Apakah anda selalu mengucapkan “Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji?uun ? Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya” jika anda mendapat musibah dari Allah? Karena Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda: “Hendaklah masing-masing kalian melakukan istirja? (mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji?uun) pada setiap hal meskipun ketika tali sandalnya putus karena hal itu termasuk musibah.” (Hadits hasan, lihat Shahih Al-Kalimut Thayyib No. 140)

31. Apakah anda hari ini mengucapkan do?a: “Allahumma Innii A?uudzubika an Usyrikabika wa Anaa A?lam wa Astaghfiruka Limaa laa A?lam ? Ya allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahui dan aku memohon ampunan-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui.” (Shahih Al-Jami? No. 3625). Barang siapa yang mengucapkannya maka Allah akan menjauhkan darinya dari syirik besar dan syirik kecil.

32. Apakah anda selalu berbuat baik kepada tetangga?

33. Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad dan dengki?

34. Apakah anda telah membersihkan lisan anda dari perkataan dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata yang tidak ada manfaatnya?

35. Apakah anda selalu takut kepada Allah dalam hal penghasilan, makanan, minuman dan pakaian?

36. Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan?

“Akhi muslim, jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan nyata, agar engkau mendapat ridla Allah dan menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan di akherat, Insya Allah.”

الاثنين، 20 ديسمبر، 2010

org2 yg rugi...

Perlu diperhatikan makna beberapa ayat di dalam Al quran termasuk salah satu adalah menyebutkan bentuk orang orang rugi, karena orang orang rugi yang tidak tahu kesalahan maupun menyadari tindakan salah, hati keras tanpa melihat penyelesaian, berbuat kesengajaan untuk hal hal tidak baik. Bentuk ini perlu ditingkatkan dengan keimanan yang baik demi memberi kepastian dan tujuan baik pada peradaban ini agar bisa berguna di dunia dan Akhirat.

Tentang makna orang orang rugi, FirmanNya ajakan Agar bertakwa kepadaNya untuk saling memperhatikan tujuan hidup dan perbuatan para umat beriman. Allah telah menyatakan bagi siapa yang meninggalkan Islam atau tidak AKAN memeluk Islam termasuk orang orang rugi. AjakanNya untuk memperhatikan tujuan hidup di dunia ini sebab ajaranNya kebenaran (Islam) telah mengajarkan kedisiplinan, Ibadah, ketakwaan, tujuan hidup dan bekal amal. Sangat sedikit berbeda dengan agama agama yg dianut oleh masyarakat non Islam yaitu berapa besar Ibadah dan kedisiplinan. Islam lah meningkatkan kedisiplinan dan Ibadah demi membangun bekal amal dan pahala di Akhirat.

Bagi siapa memeluk agama Islam, akan mendapat tempat lebih tinggi di Surga dari jumlah bekal amal. Sesungguhnya merekalah adalah umat umat yang beriman yang benar. Dan sesungguhnya masyarakat Islam lebih maju bekal amal daripada golongan umat non Islam berkat kedisiplinan dan Ibadah.

Bagi yang memeluk agama non Islam, bekal amal diperoleh tidak sama besar dibanding dengan Islam. Maksudnya sesungguhnya bekal amal Islam dapat sangat besar sebagai bentuk jalan mempercepatkan masuk ke Surga. Sebab bila ada umat umat yang lemah keimanan, atau bisa tidak memeluk agama. Mereka cukup tergolong umat umat sesat membutuhkan bantuan, kadangnya keputusan dan tindakan bisa melenceng dari jalan benar. Daripada perlu ketobatan maupun hukuman di Akhirat maupun tujuan tanpa manfaat di dunia ini.

Tidak mempelajari rohani ajaranNya yang benar untuk kedisiplinan, umat umat selalu ada tempat yaitu berapa besar ketobatan dan sedikit bekal amal, artinya memerlukan perbaikan dan perlu usaha keimanan. Bila bagi orang orang yang melakukan kesengajaan melakukan hal hal jahat, ini dapat diperhitungkan berapa besar azab di Akhirat. Sesungguhnya Allah yang maha pengawas selagi maha pengampun.

Beribadah dan berdoa untuk meningkatkan pemikiran dalam kesadaran atas kedisiplinan, tujuan hidup yang baik dan keimanan. demi mencegah hal hal yang buruk tidak diinginkan. Ungkapkan perasaan anda untuk menyampaikan keinginan atau doa padaNya demi kebaikan diri dalam tujuan hidup yg benar dan kebahagiaan di Akhirat.


Sesungguhnya beribadah dan bertakwa yang benar sangat membantu kepribadian umat yang saleh demi kelangsungan di dunia ini dan Akhirat. Jangan pernah menanggapi masalah dengan kemarahan melainkan menggunakan pemikiran jernih dan ketabahan Sehingga memastikan masalah dapat diselesaikan maupun didiskusikan dengan baik baik. Sesungguhnya kepribadian selalu membutuhkan perbaikan bahkan selalu ada penyelesaian dan keimanan dari ajaranNya yang baik dan kesadaran. Sesungguhnya inilah bukan tergolong orang orang yang rugi. Kita semua umat umat perlu memperhatikan artinya larangan Riya, larangan takabur dari kekayaan, perlunya kemerataan, larangan menyebar fitnah, kebersamaan, penghormatan, etc.



Sesungguhnya Allah sangat menyukai umat umat yang memiliki ketabahan, beriman, terbuka dan bertakwa. Bila saran saran seperti ini memang pantas disebarkan kepada umat umat memerlukan pemahaman yang baik

May Allah bleesing us all, Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful
Semoga bermanfaaat,

SEKUNTUM BUNGA UNTUK GURU-GURU TERCINTA

Allah ciptakan matahari,
yang tak pernah bosan bersinar,
seperti halnya semangat dan kasih sayangmu dalam mendidik kami,
wahai guruku......

Allah ciptakan bulan untuk menerangi malam,
seperti halnya engkau bu guru,
yang selalu membimbing dan menerangi kami dengan berbagai ilmu

Allah ciptakan bintang dimalam hari sebagai penghias,
seperti halnya engkau bu guru,
yang selalu menghiasi hari-hari kami dengan begitu indahnya.

Allah ciptakan bunga yang begitu harum,
seperti halnya engkau bu guru yang telah memberikan keharuman pada hari-hari kami,
selama kami bermain dan belajar disekolah..

Setiap masuk kelas Ia bawa hal baru
Hingga murid slalu menunggu-nunggu
Tak pernah datang terlambat
Aturan waktunya sungguh akurat
Pelajaranpun penuh dengan variasi
Dengan beragam macam aksi
Teriakan, tepuk tangan dan tawa
Yel-yel dan nyanyian bergema
Memberi semangat pada semua
Memberi dorongan untuk mencoba
Dengannya kelas jadi bernyawa
Penuh kesungguhan namun tak hilangkan canda


may ALLAH bless all of teachers...

peroleh Kebahagiaan...

1. Jangan Takut dan Khawatir

Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut?

2. Jangan Pernah Menyimpan Dendam

Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Maukah anda membawanya sepanjang hidup? …. Saya rasa tidak. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif.

3. Fokus Pada Satu Masalah

Jika kita memiliki beberapa masalah, selesaikanlah masalah kita satu per satu. Jangan terpikirkan untuk menyelesaikan masalah secara sekaligus karena justru akan membuat kita semakin stress.

4. Jangan Membawa Tidur Masalah Anda

Masalah adalah hal yang sangat buruk untuk kesehatan tidur kita. Pikiran bawah sadar kita adalah hal yang luar biasa yang dapat membuat kita gelisah dan tidur kita menjadi tidak nyenyak.

5. Jangan Mengambil Masalah Orang Lain Untuk Anda Selesaikan

Membantu orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi jika kita mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikan masalah orang lain tersebut justru itulah kesalahan terbesar. Biarkanlah orang tersebut yang menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar.

6. Jangan Hidup di Masa Lalu

Mungkin terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan di masa lalu tetapi jangan anda terlena didalamnya. Konsentrasilah dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Saya yakin kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding dengan mengingat-ngingat kebahagiaan di masa lalu.

7. Jadilah Pendengar yang Baik

Mungkin sebagian besar orang termasuk saya :) susah untuk menjadi pendengar yang baik. Justru sebaliknya kita mengharapkan orang lain yang mendengarkan omongan kita, tetapi sebetulnya dengan belajar mendengarkan orang lain, kita akan mendapatkan banyak hal baru yang dapat sangat berguna bagi kebahagiaan hidup kita.

8. Jangan Biarkan Frustasi Mengatur dan Bahkan Mengacaukan Hidup Anda

Kasihanilah diri kita lebih dari apa pun, maksud saya adalah janganlah kita menyerah pada frustasi. Maju terus. Ambillah tindakan-tindakan positif dan lakukanlah dengan konsisten.

9. Bersyukurlah Selalu

Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.

الأحد، 19 ديسمبر، 2010

couple...

Couple dalam Islam...
Couple in Islam (buat renungan )
aku selalu selalu bertanya pada diri, couple tu blh ke tak dlm
Islam?....blh ke tak ni?....
one day, one of my friend dpt article dari IKIM
ttg couple dlm Islam....it answers my question
clearly.... selalu bertanya pada diri, couple tu blh ke tak dlm
Islam?....blh ke tak ni?....

apa kata Islam ttg couple?....
sebesar2 tajuk yg ditaip dlm article "percintaan :
HARAM !!!!"
dlm Islam tiada istilah bercouple....kalau benar
seorang lelaki itu mencintai seseorg wanita
seikhlas hatinya, tidak blh dia bercouple....
bercouple adlh dtg dari nafsu....buat apa
menurutkan nafsu?....
dalam Islam yg ada hanyalah
perkahwinan....cara2nya,....bila seorg lelaki itu
tersuka kat seorg wanita tak kira lah member ke,
tak pernah kenal ke,....dia kena solat istikharah
dahulu sblm memulakan langkah....minta petunjuk
Allah benarkah si dia itu adlh jodoh yg telah Allah
tetapkan....
kemudian, andai dah dpt petunjuk benar si dia
jodoh yg Allah tetapkan, kena approach parents
dia....bkn nyer approach dia....lelaki ni kenalah
minta izin kat parents nak kawan ngan perempuan
ni dan niat dia berkawan kenalah nak
memperisterikan perempuan ni, bukan sekadar
main2 ek....
pastu, kalau perempuan ni pula kena buat solat
istikharah minta petunjuk dari Allah betul tak lelaki
ni jodoh dia....kalau dah dpt petunjuk dari Allah
dan parents kata ok,....tak ber makna blh dating,
keluar bersama2 dan sbgnya.... step seterusnya
kena cpat2 tetapkan tarikh kahwin....pastu kahwin
la, and happy ever after....Insya Allah....
so,....sedar tak yg sebenarnya step2 di atas adlh
step utk meminang ?....
kesimpulannya, dlm Islam tak der istilah couple....
kpd sahabat2 yang saya sayangi dan kasihi,
marilah kita sama membanteras gejala2 bercouple
ni sbb bermula dari couple, mcm2 blh terjadi, tak
pyh la di sini saya sebutkan complication2 yg
timbul slps bercouple....hehe, mcm hypertension
lak ada complication2.... sanggupkah kita
gadaikan agama hanya utk kepuasan diri?....
ingat, kita muslim diperhati oleh non-muslim, mcm
mana nak berdakwah kalau diri songsang?....
ermm...pada sape yg terasa...maaf
dipinta..sekadar renungan kita bersama...
i do believe in this words, deep down if u guys ask
urself, we already have the answer, ALLAH the
almighty have always slipped in the answer in our
heart, it's just that we rather listen to the 'other'
voice than the one that's already there...

so,apa tgu lg???buat yg bercouple,kahwinlah cpat2...

الثلاثاء، 14 ديسمبر، 2010

SAHABAT...

Nilai sua2 pershabatan dlihat drpd ketulusan hati dan kesediaan berkorban demi org lain..sahabat manakah yg sggup berkorban nyawa utk kepentingan orang lain..??
Dunia n penghuninya semakin mementingkan diri sendiri….hubungan antara manusia semakin kering…n tingkat persaingan semakin tinggi dan kemajuan teknologi yang pesat meluaskan jurang perhubungan antara manusia…
Kita memerlukan sahabat yg dapat menjadi teman di kala suka n duka…menjadi sahabat ktka senang,mmg mudah utk semua insan melakukannya…tetapi menjdi teman n sahabat dikala susah adalah sua2 yg lebih bermakna n menjdkan nilai persahabatan i2 semakin tinggi..
Sahabat sejati adalah orang yang sanggup mendengar dan mengerti ktika anda mengungkapkan perasaan anda yg pling dalam…dia sentiasa menyokong ketika anda berjuang…menegur dgn lembut n dgn pnuh kasih sayang ktika anda melakukan kesalahan dan xmenyalahkan ketika anda gagal..
Seorg sahabat sejati memberi semangat bagi perkembangan diri anda , mendorg memaksimumkan potensi diri anda sepenuhnya…dan dia akan bersama2 anda wak2 anda susah mahupn senang….
I2lah dikira sahabat sejati….mmg susah hendak mencri sahabat yg bnar2 SAHABAT….

SAHABAT YG AMAT KUCINTAI...
SUSAH SENANG KAU DISAMPINGKU...
WALAUPN KAU JAUH DIMATA...
TP DEKAT N TETAP DIHATIKU....
MAY ALLAH BLESS U ALL,MY FRIENDS...

الاثنين، 6 ديسمبر، 2010

zuhud...

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Didalam kitab yang mulia Al Qur’anur Karim ada beberapa ayat yang mengindikasikan perintah untuk berzuhud, antara lain : “Katakanlah: ‘Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa,’” (QS 004 : 77) dan ‘(kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. (QS 057 : 23)

Mencintai dunia (hubbud dunya) akan membuat orang berpaling dari Allah SWT sedangkan memusuhi dunia (zuhud) akan membuat orang berpaling kepada Allah SWT, ini adalah sebuah prinsip yang kokoh didalam tasawuf, dimana hanya orang-orang yang terpilih yang mampu melakukannya. Karena barang siapa yang kezuhudannya terhadap dunia guna mendambakkan akhirat, maka ia telah terperosok kedalam jurang yang dalam. Karena, itu adalah hakikat ‘keinginan’, betapa mulianya orang-orang yang tidak berpikir tentang kepentingan dirinya sendiri, sehingga keinginannya hanya untuk Allah semata dan bukan untuk tujuan membawa dirinya ke surga. Imam Junaid,ra., bertanya tentang zuhud, Ruwaym,ra., menjawab : ‘Zuhud adalah meremehkan dunia dan menghapus bekas-bekasnya dari hati.’

Dalam pengajian hari Sabtu sore, Syaikh Waasi’ Achmad Syaechudin (semoga Allah merahmatinya) berkata : ‘Saya gembira mengaji tentang zuhud bersama ibu-ibu, karena ibu-ibu mempunyai kelebihan dari bapak-bapak, kelebihan apa gerangan? kelebihan mencintai dunia! Maka kalau saja ada setetes zuhud masuk, merasuk kedalam hati, Allah SWT menghinggapkan kedalam hati ibu-ibu keadaan zuhud ini, betapa seluruh bapak-bapak akan merasa berbahagia. Karena keinginan akan isi dunia yang dianggap indah oleh ibu-ibu mulai sirna, yang berarti tekanan kepada bapak-bapak mulai sirna juga. Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang dibutuhkan didalam diri (keinginan), yang apabila terpancing oleh sesuatu yang terlihat, terdengar, terasa dialam semesta ini maka didalam diri meronta-ronta ingin memiliki sesuatu itu. Yang dimaksud zuhud dalam tasawuf dan yang harus diraih oleh kita semua, adalah tersingkirnya semua selain hanya harapan tertuju kepada Allah SWT saja, itulah sumber kebahagian. Nabi,saw., memerintahkan kepada sahabat-sahabatnya apabila kamu sekalian melihat seseorang yang telah dianugerahi zuhud berkenaan dengan dunia dan ucapan, maka dekatilah ia, karena ia dibimbing oleh hikmah. Barang siapa keras ibadahnya (dawamun ubudiyah) sambil memperbanyak zikir-zikirnya (dawamudz dzikri), maka berbagai macam keinginan-keinginan terhadap dunia ini sedikit demi sedikit gugur, sehingga nantinya tidak ada kecintaan terhadap isi dunia lagi, bertambah lama bertambah pudar.’

Tahapan yang lain akan keadaan zuhud ini adalah zuhud terhadap ucapan, baik ucapan secara zahiran (yang bersuara) dan ucapan secara bathinan (didalam hati saja), sehingga ia tidak lagi berkata-kata kecuali bila itu berkenaan dengan perintah-perintah Tuhannya, dan bila ia pun harus berbicara maka bicaranya itu tanpa suatu keterikatan dan ambisi apapun.

Kisah, Amirul Mu’minin saat itu Harun al-Rasyid,ra., setelah menunaikan ibadah hajinya ia mencari Fudhayl bin ‘Iyad,ra., setelah bertemu dan mendapat beberapa nasihat darinya, ia bertanya kepada Fudhayl,ra., apakah ia mempunyai hutang? Fudhayl,ra., menjawab : ‘Ya, hutang kepada Tuhan, yakni ketaatan kepada-Nya, celakalah aku, kalau Dia memanggilku untuk mempertanggung jawabkannya.’ Wahai Fudhayl, aku berbicara tentang hutang-hutang kepada manusia. Fudhayl,ra., menjawab : ‘Terpujilah Tuhan! Kemurahan-Nya kepadaku sungguh besar, dan aku tak punya alasan untuk mengeluhkan tentangnya kepada hamba-hamba-Nya.’ Lalu Harun al Rasyid,ra., menghadiahkan sekantong uang berjumlah seribu dinar, seraya berkata : ‘Gunakan uang ini untuk keperluanmu.’ Fudhayl,ra., berkata : ‘Wahai amirul mu’minin, nasihat-nasihatku tidak memberikan kebaikan kepadamu. Disini pula engkau bertindak salah dan tidak adil.’ Harun al Rasyid,ra., berseru : ‘Bagaimana itu?’ Fudhayl,ra., berkata : ‘Kuinginkan engkau selamat, namun engkau mencampakkan aku kedalam siksa neraka, bukankah ini tidak adil? Harun al-Rasyid,ra., menangis berlinangan airmata sambil meninggalkan Fudhayl dan berkata : ‘Wahai Fudhayl, engkau adalah seorang raja yang sejati.’ Kisah ini menunjukkan kebenciannya terhadap dunia dan orang-orangnya, dan pelecehannya terhadap nikmat-nikmatnya, serta penolakannya untuk merendahkan dirinya dihadapan benda-benda demi memperoleh keuntungan duniawi.

Dilain kesempatan Fudhayl bin ‘Iyad,ra., berkata : ‘Allah SWT menempatkan seluruh kejahatan dalam satu rumah dan menjadikan kecintaan kepada dunia sebagai kuncinya. Dia menempatkan seluruh kebaikan dirumah yang lain dan menjadikan zuhud sebagai kuncinya.’

الخميس، 16 سبتمبر، 2010

ASSALAMUALAIKOM....



SALAM.........
Segala puji  bagi ALLAH,TUHAN semesta alam..
Alhamdulillah..segala puji syukur kehadrat ILAHI kerna dapat juga saya menyiapkan laman ini..
Ucapan terima kasih buat aboh dan ummiku yang tercinta,Ismail bin Che Abdul Jalil dan Sharifah Mariam binti Syed Mohd..Semoger ALLAH sentiasa melindungi dan memberkati mereka..
Dan tidak lupa kepada adik beradikku,seramai 10 orang..abg,k.yah.abg syam,abg din,adah (ana) , pehah,c-mah,cudin,najihah dan tiniey..ku harap mereka semua bahagia dunia dan akhirat..bgi2 juga buat kak ipar.k.nor n k.tiah....n ank sdare yg cutey,alya insyirah n nur aleesya zafirah...
Kepada teman2ku yang kusayangi..
Na,dilah,mizah,k.ani,k,nabilah,k.aisyah,azie,k.fifah,laila,cdah,mariam,k.wani..mai,farah,ruhul,kak fik,kak majda,ruzilah,syilah,husna,maz,k.ha..
Tidak lupa kepada sahabat2 seperjuangan..
Hafiz,piey,fakhri,hakim,mail..fadhli,anas,yusof,ejat,mubin dan hanif...
Thankz 4 everything....
Semoger mereka semua berjaya dan bahagia dunia dan diakhirat..YA ALLAH,Kau berkatilah kehidupan kami dan mudahkanlah kami menuntut ilmuMU...
YA ALLAH,tetapkanlah ukhwah fillah antara kami  supaya sentiasa mekar mewangi hingga ke SYURGA..
Dan kepada semua yang mendidikku hga kini,syukran jazilan ana ucapkan kepada semua...se moger kita semua dalam rahmatNYA  selalu..
Kini,sudah nk abis bulan SYAWAL,.masa pantas berlalu n tidak menunggu kita...samer2lah kita meningkatkan amal ibadat  dan cinta kita kepadaNYA...Moger setiap doa kita dimakbulkan dan segala urusan dipermudahkan...
BrokALLAHufikum...
Wassalam...

الاثنين، 6 سبتمبر، 2010

Bicara Cinta

السبت، 14 أغسطس، 2010

smoger dberkati ALLAH...

salam alaik...





KELEBIHAN RAMADHAN 
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mempunyai banyak kelebihan. Kedatangannya selepas dua bulan yang juga tidak kurang keistimewaannya iaitu Rejab dan Sya'ban. Bagi tujuan menyuburkan rasa tanggungjawab dan rasa ingin menambahkan ibadat kepada Allah sepanjang Ramadhan ini, di sini dibawa beberapa hadis yang menceritakan mengenai kelebihannya.
1. Abu Hurairah menyatakan : Telah bersabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : Apabila telah tibanya Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup segala pintu neraka dan diikat segala syaitan. -Hadis dikeluarkan oleh imam Bukhari, Muslim, Nasai'e, Ahmad dan Baihaqi-
2. Daripada Abu Hurairah daripada Rasulullah S.A.W telah bersabda yang bermaksud :Sesiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan nescaya akan diampuninya segala dosanya yang telah lalu. - Diriwayat oleh imam Nasai'e, Ibn majah, Ibn Habban dan Baihaqi-
3. Abu Hurairah telah berkata : Aku telah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda tentang Ramadhan yang bermaksud : Sesiapa yang mendirikannya(Ramadhan) penuh keimanan dan keikhlasan diampunkan baginya apa dosanya yang telah lalu. - Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Tarmizi, Abu Daud, Nasai'e,Malik,Ahmad dan Baihaqi-
4. Daripada Abu Hurairah telah berkata: Rasullah S.A.W telah bersabda yang bermaksud : Sembahyang yang difardhukan kepada sembahyang yang sebelumnya merupakan penebus apa antara keduanya, dan Jumaat kepada Jumaat yang sebelumnya merupakan penebus apa antara keduanya, dan bulan kepada bulan(iaitu Ramadhan) merupakan kaffarah apa antara keduanya melainkan tiga golongan : Syirik kepada Allah, meninggalkan sunnah dan perjanjian (dilanggar). Telah berkata Abu Hurairah : Maka aku tahu perkara itu akan berlaku, maka aku bertanya: Wahai Rasulullah! adapun syirik dengan Allah telah kami tahu, maka apakah perjanjian dan meninggalkan sunnah? Baginda S.A.W bersabda : Adapun perjanjian maka engkau membuat perjanjian dengan seorang lain dengan sumpah kemudian engkau melanggarinya maka engkau membunuhnya dengan pedang engkau, manakala meninggal sunnah maka keluar daripada jamaah(Islam).-Hadis riwayat Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi-
5. Daripada Abi Soleh Az-zayyat bahawa dia telah mendengar Abu Hurairah berkata: Rassullah S.A.W telah bersabda yang bermaksud : Setiap amalan anak Adam baginya melainklan puasa maka ia untukKu dan Aku akan membalasnya. Dan puasa adalah perisai, maka apabila seseorang berada pada hari puasa maka dia dilarang menghampiri(bercumbu) pada hari itu dan tidak meninggikan suara.Sekiranya dia dihina atau diserang maka dia berkata : Sesungguhnya aku berpuasa demi Tuhan yang mana diri nabi Muhammad ditanganNya maka perubahan bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari qiamat daripada bau kasturi, dan bagi orang berpuasa dua kegembiraan yang mana dia bergembira dengan keduanya apabila berbuka dia bergembira dengan waktu berbukanya dan apabila bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya. -Hadis riwayat imam Bukhari, Muslim, Nasai'e, Ahmad, Ibn Khuzaimah, Ibn Habban dan Baihaqi-

الأحد، 8 أغسطس، 2010

rintihanku-assaufee.wmv

Edcoustic - Muhasabah Cinta


Ya Allah....
Jika cinta adalah ketertawanan, tawanlah aku dengan cinta kepada –Mu ,
Agar tidak ada lagi yang akan menawanku...
Jika rindu adalah rasa sakit yang tidak menemukan ubatnya, penuhi aku dengan rindu kepadaMu dan jadikanlah kematianku sebagai muara pertemuan dengan Mu.

Ya Allah...
Hatiku hanya cukup untuk satu cinta, jika aku tidak dapat mengisinya dengan cinta kepada Mu, hendak ke mana kuhadapkan wajahku dari Mu, karena hidupku ini adalah anugerah dan rahmat-Mu...
Saat ku bangun di tengah malam dalam keadan gelisah dan resah,
Ku cuba untuk berwudhu’ dan menghadapkan diriku pada-Mu, tak terasa air mata menitis dalam mengingati dosa dan khilafku.

Ya Rabbi...
Ku ingin sangat sedar dan insaf dengan salah ini , bantu aku dengan kuatkan hatiku, mudahkan jalanku pada petunjuk serta hidayah-Mu dan jadikan tangisku ini sebagai tanda insafku....

Ihdinasyirotalmustakim (Tunjukkan aku jalan yang lurus) itu kata yang sering aku ucapkan dalam solatku, namun ketika jalan itu ada di depanku terkadang aku berpaling atau menghindarinya.....
Ampuni aku.... Ya Rabb...
Kau beri aku hidup untuk dipertanggung jawabkan dan Kau beri aku mati yang tak tau bilakah waktunya. Terbayang datangnya mati, dikubur dalam lubang sempit, gelap dan di kelilingi ulat dan cacing, sepi dan sunyi ditinggalkan oleh mereka yang amat rapat denganku, bahkan yang amat aku sayang.

Ya Allah...
Jadikan SOLAT ini cahaya bagiku, IBADAH ini adalah kekuatan dan ISLAM satu-satunya jalan hidupku, sedangkan tidur, kemalasan dan kesibukan pada dunia adalah musuh sengit bagi solatku maka bantu aku mengendalikannya.....
Jeritan batinku kubukakan padamu Teman, namun derita sengsaraanku kututup terhadap semua mahluk selain Rabbku yang Maha Mengetahui , tempat aku mengadu dan memohon keringanan ujian hidup ini.
Kau sibukkan aku, setelah mengenal Mu, aku hairan bagaimana manusia menjauhkan diri dari Mu, dan bagaimana manusia yang sudah merasakan rahmat Mu mundur kembali dari Mu.

Ya Allah....
Aku cinta kepada Mu dengan dua jenis cinta. Cinta rindu dan cinta kerana Engkau memang patut dicintai...

Ya Allah..
Aku memohon cinta Mu dan cinta orang orang yang mencintai Mu serta semua amalan yang mendekatkan aku kepada cinta Mu. Amien.....
Semoga Engkau kabulkan doaku ini.....aku hanya cinta kepada-MU.....

tkbir!!


hebatnya cinta allah.... 

Jika kau terasa lelah dan tidak berdaya..
Daripada usaha yg sepertinya sia-sia..
ALLAH tahu betapa keras engkau sudah berusaha..
Ketika kau sudah menangis sekian lama..
Dan hatimu masih terasa pedih..
ALLAH sudah menghitung air matamu..
Jika kau fikir hidupmu sedang menanti sesuatu..
Dan waktu terasa berlalu begitu sahaja..
ALLAH sedang menunggu bersama denganmu..
Ketika kau fikir bahawa kau sudah mencuba..
Segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi..
ALLAH punya jawapannya..
Ketika csegala sesuatu menjadi tidak masuk akal..
Dan kau berasa tertekan..
ALLAH dapat menenangkanmu..

Jika tiba2 kau dapat melihat jejak2 harapan..
ALLAH sedang berbisik kepadamu..
Ketika segala sesuatu berjalan lancar..
Dan kau berasa ingin mengucap syukur..
ALLAH telah memberimu Rahmat..
Ketika sesuatu yang indah terjadi..
Dan kau dipenuhi ketakjuban..
ALLAH telah tersenyum padamu..
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi..
Dan mimpi untuk digenapi..
ALLAH sudah membuka matamu..
Dan memanggilmu dengan namamu..
Ingatlah walau dimana pun kau atau kemana pun kau menghadap..
ALLAH SWT Maha Tahu dan Maha Mendengar..


ALLAHU RABBI..
Aku datang dihadapanMU..
Dengan hati yang tercela..
Dengan hati yang sarat dengan beban dan dosa..
Dengan jiwa yang lemah dan longlai..
Dengan kekuatan yang pudar..
Dengan semangat yang tiada tersisa..
Ampunkan daku YA ALLAH..
Aku tidak pandai memujuk diri untuk bersabar..
Aku tidak pandai memujuk diri untuk  REDHA..
Aku tidak pandai beradab  menerima ujian daripadaMU..
ALLAHU RABBI..
Engkau yang memberi nikmat bahagia kepadaku..
Engkau juga yang memberi rasa sakit dalam deritaku..
Segala ujian dan nikmat itu dariMU..
Maka..ku pohon penawarnya YA ALLAH..
Hilangkan segala duka dan sakit hatiku ini..
Hilangkan segala rasa sedih dan terluka ini..
Kerana Engkau yang memegang hati2 hamba-MU..
Aku tidak yakin pada diriku sendiri..
Oleh itu,hanya pada-MUlah  aku bergantung harap..
Pada-MUlah aku menyerahkan segala pergantungan..
Kerana kutahu Engkau tahu memujuk hatiku..
Membelai jiwaku..
Dan meniupkan cintaMU dalam hatiku..
Kini,kutagih kasih daripadaMU..
Dakaplah daku dalam cinta-MU..
Usirlah kesepian dan duka yang sebati dalam hatiku ini..
Gantikanlah ia dengan cinta-MU yang luhur dan suci..
Cinta-MU yang Agung dan tidak bertepi..
Amien....

الاثنين، 2 أغسطس، 2010

Pengaruh maksiat pada peribadi
 
·         Berkurangnya Iman
Maksiat yang dilakukan oleh seseorang dapat menyebabkan berkurangnya iman orang tersebut,
 “Sesungguhnya iman itu bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan”.
 
·         Kehilangan Iman
Bahkan maksiat dapat menghilangkan keimanan orang yang melakukannya sebagaimana hadis Nabi : 
 “Tidaklah orang yang berzina itu ketika dia berzina dalam beriman, tidaklah orang yang mencuri itu ketika ia mencuri dalam keadaan beriman, dan tidaklah orang yang meminum khamer itu ketika ia minum dalam keaadaan beriman”. (HR. Bukhari)
 
·         Tertutupnya hati
Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan dosa, maka terbentuklah noda hitam dalam hatinya. Jika ia melepaskan dosa, istighfar dan taubat, bersihlah hatinya. Ketika mengulangi dosa lagi, bertambahlah noda hitamnya, sehingga menguasai hati. Itulah Roon (rona) yang disebutkan dalam Al-Qur’an, “Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (HR At-Tirmidzi).
 
·         Rizkinya terhalang
Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba diharamkan mendapat rezeki karena dosa yang dilakukannya” (HR Ibnu Majah dan Hakim)
 
·         Hafalan dan daya ingat buruk
Berkata Imam As-Syafi’i, “Saya mengadu pada Waqi’i tentang buruknya hafalanku. Beliau menasihatiku agar meninggalkan maksiat. Dan memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat.”
 
·         Hilangnya nikmat Allah dan potensi diri
Umar bin Khattab berwasiat ketika melepas tentara perang: ”Dosa yang dilakukan tentara (Islam) lebih aku takuti dari musuh mereka. Sesungguhnya umat Islam dimenangkan karena maksiat musuh mereka kepada Allah. Kalau tidak demikian kita tidak mempunyai kekuatan, karena jumlah kita tidak sepadan dengan jumlah mereka, perlengkapan kita tidak sepadan dengan perlengkapan mereka. Jika kita sama dalam berbuat maksiat, maka mereka lebih memiliki kekuatan. Jika kita tidak dimenangkan dengan keutamaan kita, maka kita tidak dapat mengalahkan mereka dengan kekuatan kita.”
Pengaruh maksiat pada keluarga
Ø Lenyapnya suasana harmonis dalam rumah tangga
Interaksi kita dengan Allah sangat berengaruh pada interaksi kita pada istri/suami,anak dan anggota keluarga yang lain, ketika kita sedang dekat dengan Allah, rajin beribadah baik yang wajib apalagi ditambah dengan ibadah sunnah, meninggalkan dosa-dosa kecil maupun besar, coba perhatikan dan rasakan niscaya istri/suami, anak dan anggota keluarga akan dekat dengan kita dan suasana dalam rumah tangga akan terasa harmonis. Begitu pula sebaliknya.
 
Ø Keluarga berantakan
Namun bila kita melakukan maksiat dan terus bermaksiat, dapat dipastikan keharmonisan dalam rumah tangga lambat laun akan berkurang bahkan akan hilang dan akan berganti dengan ketidak nyaman dan bahkan bisa saja keluarga menjadi berantakan bahkan tidak tertutup kemungkinan terjadi pereraian dan anak-anak menjadi korban
 
Pengaruh maksiat pada masyarakat
 
Hilangnya keberkahan dan rahmat Allah
Allah menjanjikan apabila penduduk satu negeri beriman dan bertakwa, niscaya Allah akan membukakan keberkahan dari langit dan dari bumi, dalam surat Al A’raf ayat 96 Allah berfirman : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
Demikianlah janji Allah, sebaliknya bila penduduk negeri tersebut tidak beriman dan bertakwa bahkan kemaksitan merajalela, niscaya murka Allah akan menghampiri mereka.
 
Terjadi keresahan dan kekacauan pada masyarakat
Tidak ada satupun kemaksitan oleh seseorang keuali akan menimbulkan keresahan baik dalam diri sipelaku maupun orang lain, penurian, perampokan, pembunuhan, dan semua hal yang mengandung unsurmaksiat pasti menyisakan rasa tidak nyaman dan keresahan bahkan kekaauan dalam masyarakat
  
Terjadinya musibah yang dahsyat
Allah SWT mengingakan kita dalam surat Al Anfal ayat 25 : “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
bahwa maksiat yang dilakukan oleh seseorang atau sekelomok orang dapat mendatangkan musibah yang ternyata dapat menimpa siapa saja, oleh karena itu kita harus mencegah maksiat siapapun pelakunya.
 

السبت، 31 يوليو، 2010

REMAJA

INGATLAH MASA DEPANMU...
JANGAN PERNAH TERGODA DENGAN GODAAN DUNIA...
KENANGLAH JASA IBU DAN AYAHMU...
SUSAH PAYAH MEREKA MEMBESARKAN KITA....

GUNAKANLAH MASA YANG ADA DENGAN SEBAIKNYA...
KUATKANLAH TEKAD DI HATI...
MEMAJUKAN DIRI...
TIADA KEJAYAAN YANG DATANG TANPA USAHA YANG GIGIH...

BERSUSAH DAHULU BERSENANG KEMUDIAN....
JADILAH INSAN YANG BERGUNA...
AGAR TIDAK MENYESAL DI KEMUDIAN HARI....

JAGALAH ADAB PERGAULANMU...
TINGGALLAH APA YANG DILARANGNYA....
SESUNGGUHNYA DIA MAHA MELIHAT APA YANG KAMU KERJAKAN...

LIHATLAH DUNIA SEKARANG INI...
GEJALA SOSIAL DAN PEMBUANGAN BAYI SEMAKIN MENJADI2...
ADAKAH MANUSIA SUDAH LUPA JANJI2 PD ALLAH...
ADAKAH SUDAH LUPA???
INSAF DAN MUHASABAHLAH DIRI...
AGAR TIDAK TERUS TERJERUMUS DALAM KEMEWAHAN DUNIA....

MR2LAH KITA SAMA2 MEMPERJUANGKAN ISLAM DI MUKA BUMI...
AGAR ISLAM SENTIASA MEGAH DAN MULIA DI MANA2...
INGATLAH!!  JANJI ALLAH SWT SEMUANYA BENAR....
TELAH TERMAKTUB DALAM KALAM SUCI,AL-QURAN...
SETIAP YANG TERJADI PASTI ADA HIKMAHNYA...

selamat berjuang...

Mutiara Persahabatan Sejati

Yang aku miliki hanyalah sekeping hati,
Ketika aku meniti hidup ini keseorangan,
Aku hanyut dipukul gelombang,
Tewas dalam perjuangan ...
Lalu ... kau hadir mengembalikan kekuatan.
Hembusan angin membisikkan kejujuranmu,
Deruan ombak merisikkan keikhlasanmu,
Hujan yang turun melagukan kebenaranmu,
Buih-buih yang keciciran di tepian pantai ... menyampaikan kesungguhanmu.
Aku sering menghayati setiap kata ...
Yang terukir di bibirmu,
Kau bertindak sebagai kaunselor,
Pandangan demi pandangan kau berikan,
Ternyata ... kau penggerak naluriku ...
Untuk mencapai kejayaan.
Biarpun ada yang cemburukan kejujuranmu padaku,
Namun kau tetap tabah,
Ternyata honar disekeliling kita,
Pun begitu ... tiada erti kesalan dalam kamus kehidupan ...
Bagi kita menempuh hidup ini ...
Di hati ini tersematnya mutiara sejati,
Tetapi sayang ... bukanlah untuk selamanya,
Kerana di sini bukan persinggahanmu ...
Kita mengorak langkah bersama ...
Bersama janji yang kita kotakan,
Walaupun hanya untuk sementara waktu.
Andai kau lihat pantai yang bersih dan damai,
Itulah diriku yang setia pada sebuah janji ...
Mutiara persahabatan sejati ...
Akan kekal abadi ...



KELEBIHAN ILMU....
 
1) Tiada sesuatu ibadah kepada Allah yang lebih utama drp

memahami ilmu agama. Seorang ahli fakih adalah lebih sukar syaitan menipunya drp

seribu 'abid (ahli ibadah). Tiap-tiap sesuatu itu ada tiangnya dan tiang agama

ialah memahami ilmu agama.


2) Di antara seorang 'alim dan 'abid spt kelebihanku dari

orang yang paling rendah dari sahabatku. Riwayat At-Tirmizi

3) Kelebihan orang yang berilmu ke atas 'abid spt kelebihan

bulan malam purnama dari bintang-bintang yang lain. Riwayat Abu Daud, At-Turmizi

dll.

4) Sepatah perkataan yang baik yang didengar oleh seorang

mukmin, lalu diajar dan diamalkannya, lebih baik daripada ibadah setahun.

5) Sesungguhnya Allah, para malaikat, isi langit dan bumi,

hinggakan semut di dlm lubang dan ikan dalam laut, semuanya berdoa semuanya

mendoakan kepada orang yang mengajar manusia. Riwayat At-Turmizi

6) Orang yang binasa di kalangan umatku ialah orang berilmu

yang zalim dan 'abid yang jahil. Kejahatan yang paling jahat ialah kejahatan

ulama' dan kebaikan yang paling baik ialah kebaikan ulama'.

7) Barangsiapa menuntut ilmu untuk mendapat keredhaan Allah,

tetapi digunakannya untuk mendapat habuan dunia, maka ia tidak akan mencium bau

syurga pada hari qiamat. Riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah

Warkah ke syurga

Pesanan Buat Wanita Islam....

الجمعة، 30 يوليو، 2010

PERSAHABATAN...

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.
Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**

    Kemuliaan Wanita

Penghormatan Islam terhadap wanita jelas dilihat di dalam Al-Quran sehingga ada surah yang membincang mengenai wanita seperti Surah An-Nisa dan surah-surah yang lain. Allah s.w.t berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 35 yang bermaksud : " Sesungguhnya lelaki dan perempuan muslim, lelaki dan perempuan mukmin, lelaki dan perempuan yang benar, lelaki dan perempuan yang sabar, lelaki dan perempuan yang khusyuk, lelaki dan perempuan yang bersedekah, lelaki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, lelaki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang besar. "

EDCOUSTIC

MUHASABAH CINTA...

WHAI PEMILIK NYAWAKU,
BTAPA LEMAH DIRIKU INI,
BERAT UJIAN DRMU,KU PASRAHKAN SEMUA PADAMU...

TUHAN,BARUKU SEDAR,
INDAH NIKMAT SIHAT ITU,
XPANDAI AKU BERSYUKUR,
KINI KU MENGHARAPKAN CINTAMU....

KATA2 CINTA TERUCAP INDAH,
MENGALIR BERZIKIR DI KIDUNG DOAKU,
SAKIT YANG KU RASA BIAR JADI PENAWAR DOSAKU...

BUTIR2 CINTA AIR MATAKU,
TERINGAT SEMUA YG KAU BERI UNTUKKU,
AMPUNI KHILAF DAN SALAH SELAMA INI,
YA ILAHI.....MUHASABAH CINTAKU....

TUHAN,KUATKAN AKU,
LINDUNGIKU DARI PUTUS ASA,
JIKA KU HARUS MATI,
PERTEMUKAN AKU DENGANMU......

JAGA ADAB PERGAULAN...



Berikut adalah 5 tips bagaimana berurusan dgn lelaki ajnabi. Tips2 ni telah dikongsi oleh seorang sahabat yg amat disenangi oleh kaum wanita dan disegani oleh kaum lelaki. Semoga dgn mengamalkan perbatasan perhubungan ini, akan lebih suci bagi hati kita dan bagi hati mereka. Sama2 lah kita menjaga hati. :)


1. Elakkan berurusan dgn lelaki. Kalau ada peluang utk minta tolong dgn perempuan, mintalah tolong dari perempuan. Disebabkan limitation kemampuan perempuan seperti repair kereta, repair laptop dan lain2, maka terpaksalah minta tolong dari org lelaki.


2. Kalau terpaksa contact orang lelaki, gunakanlah medium perantaraan dalam bentuk tulisan, seperti SMS, email, atau nota kecil. Gunakan perkataan2 formal, bukan bahasa pasar. Contoh: Maaf, (bukan sorrie..), Terima kasih (bukan time kaceh). Lagi satu takyah la buat smiley face ke (^_^), gelak2 ke (hihihih), dan lain2 yg kurang berfaedah.


Elakkan bercakap melalui telefon kalau belum desperate. Ini kerana suara wanita amat lunak dan boleh menggetarkan jiwa lelaki. Sampai Allah pun kena sound kat org pempuan supaya keraskan suara. Rujuk qur'an surah Al-Ahzab ayat 32:


"Wahai isteri2 nabi, kamu bukanlah seperti perempuan2 lain jika kamu bertaqwa. Maka jgn lah lemah lembutkan suara dlm berbicara, sehingga bangkit nafsu org yg ada penyakit dlm hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan yg baik.


Kalau rasa ayat ni ditujukan kepada isteri2 nabi je, lembut2kanlah suaramu dan lihatlah kesannya.


Apabila arahan ni diberi kepada isteri2 nabi, sepatutnya kita juga menyahut seruan tu utk mencapai darjat yg sama seperti mereka, darjat wanita2 yg bertaqwa, dan darjat wanita2 yg terpilih. Best kan? :)


3. Tundukkan hati : Apabila terpaksa berurusan dgn lelaki, kita sepatutnya merasa bulu roma kita meremang, kerana takut pada Allah. Kita sangat takut sekiranya disebabkan kita, lelaki ni tertarik kepada kita. Waktu berdepan dgn lelaki2 tu, byk2 lah berdoa, "Ya Allah, jgnlah Kau buatkan lelaki ini tertarik kepadaku. Jauhkan pandangannya dari panahan syaitan."


4. Tundukkan pandangan. Jangan tertipu dgn matapelajaran communication skills yg kita belajar kat uni dulu; "make eye contact with the person you're talking to". bende tu applicable kalau kita becakap dgn org yg sama jantina sahaja. :)


Kalau ada eye contact dgn org yg berlainan jantina, kita akan mendapati theory "dari mata turun ke hati" tu betul. so, be careful dgn pandangan mata.


Para sahabat dulu pun, Allah perintahkan supaya tahan pandangan apabila mereka berurusan dgn isteri2 nabi


Cuba rujuk surah al-ahzab ayat 53; "....Apabila kamu meminta sesuatu dari isteri2 nabi, mintalah dari belakang tabir. Itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.."


Kita bukan disuruh membawa tabir ke mana2 kita pergi. kalau susah sgt nk jaga mata, tutuplah pandangan dgn buku ke, ngan file ke. Kita lihat betapa Allah sgt ambil berat masalah hati para sahabat n isteri2 nabi supaya mereka tak tewas ke dalam kemungkaran. Kalau kita pun nk jadi sehebat diorang, kenalah buat apa yg diorang buat. Takkan nk tunggu Allah sebut nama kita dlm Qur'an baru nk buat kot.


5. Cepatkan urusan. Ni mungkin applicable kepada students/ org yg dah kerja yg terpaksa berurusan dgn team mate lelaki. Dah tak boleh elak, dia je team mate kita. So, apa2 kerja yg nk dibuat bersama, buat je la keje tu. takyah nak borak2, tanya hal peribadilah, gelak2 lah, buat lawaklah.. tak perlu tak perlu. Siapkan keje cepat2, then pergi. Perbincangan buatlah di tempat yg proper dan berurusanlah secara professional.

ukhwahFILLAH...

                                                  SYARAT-SYARAT UKHWAH
a. Ukhwah yang dibina berlandaskan keihklasan kerana Allah swt. Ukhwah yang dibina berlandaskan keihklasan dan bebas dari sebarang elemen atau sifat kepentingan peribadi atau kerana kepentingan seseorang.
Imam Muslim telah meriwayatkan satu hadis di dalam sahihnya yang menceritakan soalan malaikat kepada seorang lelaki yang ingin menziarahi saudaranya di sebuah kampong.
Malaikat itu bertanya, “Ke mana kamu hendak pergi?”
Jawab lelaki itu, “Aku ingin menziarahi saudaraku di kampong ini”.
Malaikat itu bertanya lagi, “Adakah kamu mempunyai sebarang kepentingan di sana?”
Lelaki itu menjawab, “Tidak melainkan aku menyintainya kerana Allah.”
Kemudian malaikat itupun berkata, “Sesungguhnya aku adalah utusan Alah yang diutuskan oleh Allah kepadamu untuk menyatakan bahawa Allah menyintaimu sebagaimana sahabatmu keranaNya”.
b. Mestilah disertai dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt.
Seseorang Muslim itu mestilah memilih sahabatnya yang soleh dan bertaqwa supaya dapat membimbing dan memberi tunjuk ajar kepada dirinya. Nabi Muhammad saw telah menjelaskan akan kepentingan memilih sahabat yang baik sebagaimana yang disabdakan Baginda yang bermaksud:
“Perumpamaan orang yang berkawan antara orang yang baik dengan orang yang jahat adalah seperti seseorang yang membawa minyak wangi dan seorang yang meniup dapur tukang besi. Orang yang membawa minyak wangi, mungkin dia akan memberikan kepadamu atau mungkin kamu akan membeli daripadanya dan mungkin kamu akan dapat bau yang harum daripadanya. Manakala orang yang meniup dapur tukang besi, mungkin beliau akan membakar pakaianmu, atau mungkin kamu akan mendapat bau yang tidak elok (daripada besi tersebut).”  (Muntafaq ‘Alaih)
Namun demikian, ia tidak beerti kita tidak boleh langsung berkomunikasi atau bersahabat amaada kepada golongan yang tidak baik atau kafir, tetapi di dalam konteks ini kita mestilah istiqomah agar tidak terjebak atau terpengaruh dengan sebarang keburukan. Sebaliknya kita yang menguasai situasi sebagai pendakwah. Contohilah ikan yang tidak masin isinya walaupun hidup di dasar lautan.
c. Mereka yang berukhuwwah mestilah melazimi diri dengan manhaj Islam.
Syarat yang seterusnya bagi mereka yang berukhwah ini mestilah melazimi diri mereka dengan peraturan ataupun manhaj Allah swt sebagaimana yang terdapat di dalam ajaran Islam. Sumber penyelesaian pertikaian ataupun masalah mesti dirujuk kepada al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Sebagaimana Sabda Nabi saw yang bermaksud:
“Dan dua orang lelaki yang berkasih sayang kerana Allah, berkumpul keranaNya dan berpisah keranaNya”.
Jika disoroti kepada perjalanan hidup para sahabat, apabila mereka bertemu mereka tidak berpisah sehinggalah salah seorang daripada mereka membaca Surah al-Asr dan mengucapkan salam sesama mereka. Ini adalah di antara contoh yang menunjukkan bahawa mereka nerkasih sayang berteraskan manhaj Islam dan di atas dasar keimanan serta amal soleh.
d. Mempraktikkan amalan nasihat-menasihati.
Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah swt di dalam Surah al-Asr:
“Demi masa, sesungguhnya manusia berada di dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh. Dan mereka berpesan-pesan kepada kebenaran dan berpesan-pesan pada kesabaran (di atas kepahitan kebenaran)”
e. Ukhuwwah yang melaksanakan konsep saling tolong menolong samada dalam susah atau senang.
Di dalam Islam, persaudaraan adalah sesuatu yang teramat penting sebagai asas kepada perjuangan. Rasulullah saw dan juga para sahabat telah menunjukkan contoh yang terbaik di dalam membantu dan menolong sesama mereka. Mereka saling lengkap-melengkapi tidak kira dalam masa Nabi berada di Mekah ataupun tatkala Islam berkuasa di Madinah. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud:
“Perumpamaan orang mukmin itu dalam perkara berkasih sayang dan saling cinta-menyintai adalah seperti sebatang tubuh. Apabila salah satu anggota tubunhnya berasa sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lain turut merasai akan kesakitannya”  (Muntafaq ‘Alaih)
Hak-Hak Ukhwah
a. Memberi salam
b. Menjawab salam
c. Menziarahi sahabat yang sakit.
d. Mengiringi jenazah
e. Memenuhi undangan.
f. Mendoakan sahabat ketika bersin.
g. Menolong mereka yang dizalimi.
h. Memberikan perhatian kepada nasihat yang diberikan.
i. Menolong mereka yang kesusahan.
Selain itu Imam Al-Ghazali di dalam kitabnya Ihya’ ulum Al-Din telah menggariskan 8 perkara yang perlu ditunaikan dalam persaudaraan Islam:
1) Saling tolong menolong samada dalam keadaan senang ataupun susah. Sebagaimana Hadis Nabi saw yang bermaksud:
 “Perumpamaan dua orang yang bersaudara itu adalah umpama kedua-dua tangan yang mana salah satunya membasuh tangan yang lain”
2) Menolong saudara kita untuk menyelesaikan hajatnya sebelum diminta.
3) Diam atau tidak memperkata atau menyebarkan keaibannya samada semasa dia ada atau tidak dan tidak mencari-cari kesalahannya.
4) Menebarkan kebaikannya dan memanggilnya dengan nama yang baik. Saidina Umar pernah berkata: “tiga perkara, apabila kamu lakukan, maka akan terjalinlah kasih sayang; iaitu yang pertama, apabila bertemu mulakan salam, yang kedua; lapangkan tempat duduknya di dalam majlis dan yang ketiga panggillah dengan panggilan yang baik.
5) Nasihatilah dia dengan cara yang lembut sekiranya dia terlalai atau melakukan dosa.
6) Mendoakannya semasa hidup atau selepas kematiannya.
7) Menghormati semua rakan-rakan dan kaum kerabatnya.
8) Tidak memberati sahabat kita dengan apa-apa yang boleh menyusahkannya.