Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer

الأربعاء، 2 مايو 2012

KETIKA HATI MUSLIMAH ITU TERLUKA

Ketika hati seorang muslimah terluka,
ia akan menghapus air matanya dengan imannya..
Ketika hati seorang muslimah terluka,
ia akan menguatkan hatinya dengan ilmunya
Ketika hati seorang muslimah terluka,
hati-harinya akan ia penuhi dengan semangat perubahan lebih baik pada dirinya
Ketika hati seorang muslimah terluka,
ia menari dalam doa permohonan ampunnya terhadap Rabbnya
Ketika hati seorang muslimah terluka,
wajah kusutnya tetap terlihat indah bagi dunia
Ketika hati seorang muslimah terluka,
bibir merahnya menyimpulkan senyuman untuk hidupnya
Ketika hati seorang muslimah terluka,
matanya basah oleh lembutnya hatinya
Ketika hati seorang muslimah terluka,
dunia nya terasa akan berlanjut dan ia harus tegar
Ketika hati seorang muslimah terluka,
jiwa lembutnya sampaikan ketenangan pada hati kecilnya
Ketika hati seorang muslimah terluka,
akal dan hatinya hadir untuk menanti kesadarannya
Ketika hati seorang muslimah terluka,
tangannya ia gunakan seperti kebiasaannya
Ketika hati seorang muslimah terluka,
tak akan ada perubahan dalam dirinya oleh hal-hal yang tidak berguna
Ketika hati seorang muslimah terluka,
ia gunakan kesadarannya tuk menjaga perasaan orang sekitarnya
Ketika hati seorang muslimah terluka,
air matanya dijadikan doa untuk keselamatan orang yang melukainya
Ketika hati seorang muslimah terluka,
jari-jemarinya bergerak untuk tetap menolong orang lain tanpa beban di hatinya
Ketika hati seorang muslimah terluka,
hidupnya tetap menjadi kebahagiaan bagi orang disekelilingnya.
Ketika hati seorang muslimah terluka,
dia tetap meneruskan liku2 hidupnya.
Ketika hati seorang muslimah terluka,
kepercayaan dirinya tetap tak akan pudar..
Ketika hati seorang muslimah terluka, ia dan dirinya tetap menjadi MUSLIMAH
Tabahkanlah HATIMU duhai disaat dirimu TERLUKA..
Anggaplah ujian ini sebagai ANUGERAH TERINDAH dariNYA kerana DIA ingin senantiasa dekat denganmu.



Indahnya Mencintai Karena Allah عز وجل

 Cinta karena Allah عز وجل merupakan sesuatu yang sangat essensial dalam merajut persahabatan dan persaudaraan dengan sesama muslim. Hubungan apapun yang dibina tidak atas dasar cinta karena Allah عز وجل adalah semu dan hanya bertahan sementara di dunia saja. Semua keakraban dan kerukunan itu akan berubah menjadi permusuhan dan kebencian di akhirat kelak, firman Allah عز وجل :
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lainnya kecuali orang-orang yang bertaqwa”, (QS.Az-Zukhruf:67)
Seseorang mungkin saja mencintai orang lain karena hartanya, kecantikannya, kedudukannya, nasab keturunannya, atau karena kepentingan pribadi, ambisi dunia dan materi yang fana.
Berapa banyak persahabatan dan persaudaraan yang berobah menjadi kebencian dan permusuhan seiring lenyapnya pernak-pernik kepentingan yang melandasi hubungan trsebut. Cinta yang seperti ini adalah cinta yang semu dan labil, tidak ada kebaikan di dalamnya, dan tidak pula membawa pelakunya pada kebaikan.
Cinta seperti ini juga tidak akan bertahan lama. Sebab ia akan hilang seiring hilangnya sebab dan pendorongnya. Bahkan kerap kali cinta yang demikian akan berubah menjadi permusuhan hanya karena sebab yang sepele atau sedikit perselisihan.
Sebaliknya, cinta dan persahabatan yang dilandasi karena Allah عز وجل semata, akan tetap langgeng dan akan membawa berjuta kebaikan di dunia dan di akhirat.
Inilah salah satu tanda kesempurnaan cinta seorang hamba kepada Allah عز وجل dan Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم . Yaitu mencintai sesuatu yang dicintai oleh Allah عز وجل , dan mencintai seseorang karena Allah عز وجل , bukan karena tujuan-tujuan lain. Maka allah-pun mencintai mereka dan merekapun akan dicintai oleh penduduk bumi.
Sementara pada hari kiamat kelak, wajah-wajah mereka laksana cahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya, yang membuat cemburu para Nabi dan Syuhada’. Allah عز وجل akan menaungi mereka di bawah naungan-Nya pada hari tiada naungan selain naungan-Nya. Mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak bersedih di saat manusia bersedih.
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. Yunus:62)

الأربعاء، 25 أبريل 2012

PAhala bagi orang-orang yang bersabar menurut Ali r.a. berkata bahawa Rasulullah S.A.W. telah bersabda:
"Sabar itu ada tiga:
1. Sabar terhadap musibah, yakni sabar dan tidak merasa marah terhadap musibah yang menimpanya sebaliknya dia menerima dengan baik musibah itu. Maka Allah S.W.T. mencatatkan baginya yakni mentakdirnya atau menyuruh menulis di Luh Mahfuz 300 darjat, yakni darjat yang tertinggi di Syurga dan setiap satu darjat antara satu darjat itu seperti langit dan bumi.
2. Barang siapa yang bersabar dalam taat yakni mengerjakan taat dan menanggung kesukaran taat itu maka Allah S.W.T. akan mencatatkan baginya 600 darjat yang mana satu darjat itu seperti permukaan bumi yang atas hingga ke penghabisan bumi yang terakhir.
3. Barang siapa bersabar dari maksiat, yakni meninggalkan kerja-kerja maksiat maka Allah S.W.T. akan mencatatkan baginya 900 darjat yang mana setiap satu darjat antara satu darjat itu seperti permukaan bumi hingga ke Arasy. Dan dia adalah makhluk darjatnya dua kali ganda. Sabar menjauhi segala yang diharamkan itu martabatnya paling tinggi yang paling tinggi."
Dalam al-Quran yang suci Allah telah berfirman yang bermaksud:
Katakanlah:"Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesunnguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Surah Az-Zumar ayat 53)
Kita sebagai hamba-Nya tidak dapat lari daripada melakukan kesilapan dan kekhilafan, jadi bertaubatlah kepada Allah Yang Maha Mendengar taubat. Semoga sinar hidayah menerangi kehidupan kita dan menjadi hala tuju kita untuk ke Syurga Allah yang kita idam-idamkan, Insya-Allah.

Ya Allah,
Ku menadah kedua belah tanganku untuk memohon kepada-Mu, Ya Rabb!
Aku mohon Ya Allah supaya engkau memelihara hati-hati kami dan seluruh jasad kami daripada melakukan maksiat kepada-Mu Ya Allah,
Kami adalah hamba-Mu yang kerdil lagi hina ya Allah,
Kami bertaubat kepada-Mu dengan apa yang telah kami lakukan kepada-Mu selama ini Ya Allah,
Dosa-dosa yang menggunung tinggi Ya Allah,
Engkaulah Yang Maha Pengampun,
Ampunilah dosa-dosa kami,
Kami mohon Ya Allah supaya Engkau pelihara kami daripada hasutan Syaitan yang direjam,
Terimalah taubat kami ini Ya Allah.
Semoga kita sentiasa dipelihara dan dilindungi Allah, Insya-Allah.

الاثنين، 23 أبريل 2012

Azan ~ call to prayer

Allahu Akbar (God is the greatest), Allahu Akbar (God is the greatest),

Allahu Akbar (God is the greatest), Allahu Akbar (God is the greatest),

Ash-hadu an-laa ilaaha ill-Allah (I witness that none deserves worship except God).

Ash-hadu an-laa ilaaha ill-Allah (I witness that none deserves worship except God).

Ash-hadu anna Muhammad-ar-Rasul-ullah (I witness that Muhammad is the messenger of God).

Ash-hadu anna Muhammad-ar-Rasul-ullah (I witness that Muhammad is the messenger of God).

Hayya ‘alas-Salah (Come to prayer!)

Hayya ‘alas-Salah (Come to prayer!)

Hayya ‘alal-Falah (Come to prosperity!)

Hayya ‘alal-Falah (Come to prosperity!)

Allahu Akbar (God is the greatest),Allahu Akbar (God is the greatest),

La ilaaha ill-Allah (None deserves worship except God)

Allah Bersama Orang yang Sabar!


Jangan lupa membagikan artikel ini setelah membacanya

Sabar adalah satu sifat yang mulia. Dengan sifat sabar, kita bisa merubah lawan menjadi teman. Orang-orang yang sabar mempunyai keuntungan yang besar:
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar."
[Fushilat:34-35]
Allah menjanjikan surga kepada orang-orang yang sabar:
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. "
[Ali Imran:133-134]
Ketika Abu Bakar tersinggung pada kerabatnya yang turut menyiarkan fitnah terhadap anaknya, Aisyah dan ingin menghentikan bantuan, turun ayat Allah yang melarang itu:
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
[An Nuur:122]
Memaafkan orang bisa mendapat pahala dan lebih utama:
"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim."
[Asy Syuura:40]
"Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan." [Asy Syuura:43]
"Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa."
[An Nisaa’:149]
Kadang dalam rangka taushiyah/dakwah orang sering berkata-kata buruk terhadap orang yang tidak sepaham. Padahal dalam surat Al Ashr kita diperintahkan untuk melakukannya dengan cara yang baik dan dengan kesabaran:
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."
[Al Ashr:3]
Allah tidak suka dengan orang yang suka mencaci orang lain:
"Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
[An Nisaa’:148]
Allah cinta dan bersama dengan orang-orang yang sabar:
"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
[Al Anfaal:46]
Allah menyuruh kita sabar dan melarang kita marah meski kita dalam keadaan benar. Lihat bagaimana Allah mengecam Nabi Yunus yang marah kepada ummatnya yang jelas-jelas kafir:
"Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).“
[Al Qalam:48]
Menjadi orang yang sabar memang sulit. Sangat sulit. Mudah-mudahan Allah SWT memberi kekuatan bagi kita hingga bisa jadi orang yang sabar dan dekat denganNya.
Di bawah adalah doa agar diberi Allah kesabaran dan wafat dengan akhir yang baik (Husnul Khatimah) di mana kita bukan hanya dicintai Allah, tapi juga manusia:
“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu” [Al A'raaf 126]
Wallahu'alam

Dalam era membaiki diri ini, kita nilaikan sembahyang kita, nanti akan terjawap Kenapa kita tidak dibantu, dan ini juga gambaran secara keseluruhannya, mengapa umat islam terbiar dan tiada pembela dan umat islam kini tidak lagi menjadi umat yang agung seperti dulu.
Golongan Pertama
Kita boleh lihat hari ini sudah ramai umat islam yang tidak sembahyang, bahkan ramai juga yang tidak tahu hendak sembahyang; mereka telah jatuh kafir. Imam Malik berkata bahawa jatuh kafir kalau tidak sembahyang tanpa sebab. Imam Syafie kata jatuh fasik (pun masuk neraka juga) kalau ia masih yakin sembahyang itu fardu.




Golongan Kedua
Orang yang mengerjakan sembahyang secara zahir sahaja, bacaan pun masih tak betul, taklid buta, main ikut-ikut orang saja. Belajar sembahyang maupun secara rasmi atau tak rasmi tak ada. Ilmu tentang sembahyang tiada. Golongan ini tertolak bahkan berdosa besar dan hidup dalam keadaan derhaka kepada Allah Taala.
Golongan Ketiga
Orang yang mengerjakan sembahyang, bahkan tahu ilmu mengenai sembahyang, tetapi tak boleh lawan nafsu terhadap tarikan dunia yang kuat. Jadi mereka ini sekejap sembahyang, sekejap tidak. Kalau ada masa dan mood baik; ia sembahyang, kalau sibuk dan terkocoh kacah, ada program kenduri, pesta .a, berziarah, bermusafir, letih dan penat, maka ia tak sembahyang. Orang ini jatuh fasik.
Golongan Keempat
Orang yang sembahyang, kalaupun ilmunya tepat, fasih bacaannya, tetapi tak khusyuk kalau diperiksa satu persatu bacaannya, lafaznya banyak yang dia tak faham, fikirannya tak terpusat atau tak tertumpu sepenuhnya pada sembahyang yang dilaksanakannya itu disebabkan tak faham apa yang dia baca. Cuma main hafal saja. Jadi fikirannya terus tertumpu pada dunia dan alam sekelilingnya. Fikirannya mengembara dalam sembahyang, orang ini lalai dalam sembahyang. Neraka wail bagi orang jenis ini.
Golongan Kelima
Golongan yang mengerjakan sembahyang cukup lima waktu, tepat ilmunya, faham setiap bacaan sembahyang, fatihahnya, doa iftitahnya, tahiyyatnya, tapi tak dihayati maksud dalam sembahyang itu. Fikirannya masih melayang mengingatkan perkara dunia, dek kerana faham saja tetapi tidak dihayati. Golongan ini dikategorikan sebagai sembahyang awamul muslimin.
Golongan Keenam
Golongan ini baik sedikit dari golongan yang ke lima tadi, tetapi main tarik tali di dalam sembahyangnya, sekali sekala khusyuk, sekali sekala lalai pula. Bila teringat sesuatu di dalam sembahyangnya, teruslah terbawa-bawa, berkhayal dan seterusnya. Bila teringat Allah secara tiba- tiba, maka insaf dan sedarlah semula, cuba dibawa hatinya serta fikirannya untuk menghayati setiap kalimat dan bacaan di dalam sembahyangnya. Begitulah sehingga selesai sembahyangnya. Ia merintih dan tak mahu jadi begitu, tapi terjadi jua. Golongan ini adalah golongan yang lemah jiwa. Nafsunya bertahap mulhamah (ertinya menyesal akan kelalaiannya dan cuba baiki semula, tapi masih tak terdaya kerana tiada kekuatan jiwa). Golongan ini terserah kepada Allah. Yang sedar dan khusyuk itu mudah-mudahan diterima oleh Allah, mana yang lalai itu moga-moga Allah ampunkan dosanya, namun tiada pahala nilai sembahyang itu. Ertinya sembahyangnya tiada member kesan apa apa. Allah belum lagi cinta akan orang jenis ini.
Golongan Ketujuh
Golongan yang mengerjakan sembahyangyang tepat ilmunya, faham secara langsung bacaan dan setiap lafaz di dalam sembahyangnya. Hati dan fikirannya tidak terbawa-bawa dengan keadaan sekelilingnya sehingga pekerjaan atau apa pun yang dilakukan atau yang difikirkan diluar sembahyang itu tidak mempengaruhi sembahyangnya. Walaupun ia memiliki harta dunia, menjalankan kewajiban dan tugas keduniaan seperti perniagaan dan sebagainya namun tidak mempengaruhi sembahyangnya. Hatinya masih dapat memuja Allah di dalam sembahyangnya. Golongan ini disebut orang-orang soleh atau golongan abrar ataupun ashabul yamin.
Golongan Kelapan
Golongan ini seperti juga golongan tujuh tetapi ia mempunyai kelebihan sedikit iaitu bukan saja faham, dan tak mengingati dunia di dalam sembahyangnya, malahan dia dapat menghayati setiap makna bacaan sembahyangnya itu, pada setiap kalimah bacaan fatihahnya, doa iftitahnya, tahiyyatnya, tasbihnya pada setiap sujudnya dan setiap gerak gerinya dirasai dan dihayati sepenuhnya. Tak teringat langsung dengan dunia walaupun sedikit. Tapi namun ia masih tersedar dengan alam sekelilingnya. Pemujaan terhadap Allah dapat dirasai pada gerak dalam sembahyangnya. Inilah golongan yang dinamakan golongan Mukkarrabin (Yang hampir dengan Allah).
Golongan Kesembilan
Golongan ini adalah golongan yang tertinggi dari seluruh golongan tadi. Iaitu bukan saja ibadah sembahyang itu dijiwai di dalam sembahyang malahan ia dapat mempengaruhi di luar sembahyang. Kalau ia bermasalah langsung ia sembahyang, kerana ia yakin sembahyang punca penyelesai segala masalah. Ia telah fana dengan sembahyang.
Sembahyang telah menjadi penyejuk hatinya. Ini dapat dibuktikan di dalam sejarah, seperti sembahyang Saidina Ali ketika panah terpacak dibetisnya. Untuk mencabutnya, ia lakukan sembahyang dulu, maka di dalam sembahyang itulah panah itu dicabut. Mereka telah mabuk dengan sembahyang. Makin banyak sembahyang semakin terasa lazat, sembahyanglah cara ia nak lepaskan kerinduan dengan tuhannya.
Dalam sembahyanglah cara ia nak mengadu-ngadu dengan Tuhannya. Alam sekelilingnya langsung ia tidak hiraukan. Apa yang nak jadi disekelilingnya langsung tak diambil peduli. Hatinya hanya pada Tuhannya. Golongan inilah yang disebut golongan Siddiqin. Golongan yang benar dan haq. Setelah kita nilai keseluruhan sembilan peringkat sembahyang itu tadi, maka dapatlah kita nilai sembahyang kita di tahap yang mana.
Maka ibadah sembahyang yang boleh membangunkan jiwa, membangunkan iman, menjauhkan dari yang buruk, boleh mengungkai mazmumah, menanamkan mahmudah, melahirkan disiplin hidup, melahirkan akhlak yang agung ialah golongan tujuh, lapan dan sembilan sahaja. Sembahyangnya ada kualiti, manakala golongan yang lain jatuh pada kufur, fasik dan zalim.
Jadi dimanakah tahap sembahyang kita? Perbaikilah diri kita mulai dari sekarang. Jangan tangguh lagi. Pertama-tama soalan yang akan ditujukan kepada kita di akhirat nanti ialah solat atau sembahyang kita.
Marilah bersama membaiki solat kita agar segara dapat bantuan dari Allah, agar terhapuslah kezaliman, semoga tertegak kembali daulah Islam.
Oleh Manun Soleh
Tuhan ada berfirman di dalam Al Quran yang bermaksud: “Neraka Wail bagi orang yang sembahyang iaitu mereka yang lalai dalam sembahyangnya.” (Ayat Al Maun: 4 & 5)
Terdapat banyak tafsiran dan kupasan tentang maksud “lalai” dalam ayat ini. Maksud pertamanya ialah cuai bersembahyang hingga habis waktunya. Sembahyang itu sama ada diqadha ataupun ditinggalkan terus.
Maksud “lalai” yang kedua ialah tidak khusyuk dalam sembahyang. Iaitu tidak hadir hati dalam sembahyang. Dalam sembahyang teringat perkara-perkara diluar sembahyang yang tidak ada kena mengena dengan sembahyang. Malahan, bukan sahaja tidak hadir hati dalam sembahyang, maksud perbuatan dan lafaz dalam sembahyang pun tidak diketahui atau difahami. Jauh sekali untuk dihayati atau dijiwai.
Ketiga ialah tidak melaksanakan segala ikrar dan janji yang dibuat di dalam sembahyang. Dalam sembahyang berbagai-bagai ikrar dan janji dibuat. Diantaranya kita berikrar bahawa segala sembahyang, ibadah, hidup dan mati kita hanyalah kerana Allah. Tetapi selesai sahaja sembahyang , janji itu dilupakan. Buat kerja seolah-olah Tuhan itu tidak wujud atau tidak relevan.
Walau bagaimana pun , kalau kita kaji betul-betul ketiga-tiga tafsiran di atas, kita akan dapati puncanya berbalik juga kepada ketiadaan khusyuk dalam sembahyang. Tidak khusyuk dalam sembahyang adalah kerana tidak khusyuk di luar sembahyang. Sekiranya seseorang itu khusyuk diluar sembahyang, khusyuk itu sudah pasti berterusan dan akan dibawa ke dalam sembahyang. Ertinya, orang yang khusyuk dalam hidupnya diluar sembahyang akan merasa khusyuk dalam sembahyang. Hanya apabila di dalam sembahyang, rasa khusyuknya lebih subur dan lebih tajam kerana sembahyang itu ada rukun dan disiplinnya.
Bagi orang yang khusyuk, tidak timbul masalah cuai bersembahyang hingga habis waktu kerana orang yang khusyuk itu selalu menanti-nanti dan menunggu-nunggu waktu untuk bersembahyang. Menunggu sembahyang itu baginya seperti menunggu untuk bertemu kekasih.Tidak juga timbul hati tidak hadir dalam sembahyang atau teringat perkara-perkara lain diluar sembahyang kerana orang yang khusyuk itu hatinya sentiasa bergelora dengan Tuhan.
Tidak menunaikan ikrar dan janji yang dibuat di dalam sembahyang adalah berpunca dari ketiadaan khusyuk. Apabila tidak khusyuk, segala janji yang dibuat hanyalah di lidah semata-mata. Paling tinggi, akal mungkin turut serta dalam membuat ikrar dan janji tersebut. Tetapi hati tidak ada peranan kerana tiada khusyuk. Khusyuk itu perkara hati. Oleh itu ikrar dan janji berkenaan dibuat tanpa komitmen dan kesungguhan kerana hati tidak dilibatkan dan tidak dibawa bersama. Ertinya ikrar dan janji itu tidak dibuat dari hati. Janji yang bukan dari hati bukan janjilah namanya. Tidak hairanlah kenapa janji hanya tinggal janji.
Khusyuk yang dituntut dari manusia bukan hanya ketika dalam sembahyang. Tuhan bukan wujud dalam sembahyang sahaja. Tuhan wujud setiap masa dan ketika. Oleh itu kita perlu khusyuk sepanjang masa. Orang yang khusyuk sembahyang itu ialah orang mukmin yang berjiwa Tauhid. Orang yang rasa cinta dan takutnya dengan Tuhan sentiasa mencengkam jiwa dan hati nuraninya. Rasa-rasa ini dibawanya ke mana-mana sahaja dia pergi. Lebih-lebih lagilah dalam sembahyangnya.
Lalai dalam sembahyang pula ada beberapa peringkat seperti berikut:
1. Lalai habis. Takbir sahaja sudah ingat perkara lain di luar sembahyang yang tidak ada kena mengena langsung dengan sembahyang. Ia berterusan sampai salam. Tidak ada rasa apa-apa dengan Tuhan sepanjang sembahyang. Malahan sedar pun tidak.
2. Dalam sembahyang, ada masa lalai dan ada masanya ingat dan sedar bahawa dia sedang bersembahyang. Sembahyang diselang-seli dengan lalai dan mengingat hal-hal dunia.
3.Boleh ikut dan menyorot apa yang dia baca dalam sembahyang tetapi tidak faham akan maksud apa yang dibaca dan dilafazkan. Kalau hendak diukur dengan nisbah khusyuk, ini masih dianggap lalai. Bila tidak faham, masakan boleh menghayati. Kalau tidak menghayati, masakan boleh merasa apa-apa dengan Tuhan.
4. Boleh faham segala apa yang dibuat, dibaca dan dilafazkan di dalam sembahyang. Sembahyang seperti ini sudah agak baik. Namun ini masih dianggap lalai mengikut kehendak dan tuntutan sembahyang kerana belum ada apa-apa rasa dengan Tuhan. Khusyuk adalah rasa bukan setakat tahu atau faham.
5. Faham akan segala apa yang dibaca dan dilafazkan dalam sembyang dan kadang-kadang ada rasa tetapi tidak pada sepanjang masa dan waktu di dalam sembahyang. Walaupun ini sudah baik tetapi masih ada lalai. Walaupun tidak membawa dunia ke dalam sembahyang tetapi rasa-rasa dengan Tuhan tidak wujud sepanjang waktu dalam sembahyang.
6.Sembahyang yang tidak lalai itu ialah yang sentiasa mempunyai rasa dengan Tuhan yang berubah-rubah dari satu rasa ke satu rasa yang lain mengikut apa yang dibaca dan apa yang dilafazkan,bermula dari takbiratulihram hinggalah kepada salam. Inilah sembahyang yang tidak lalai. Inilah sembahyang yang benar-benar khusyuk.
Sesuailah pembahagian peringkat-peringkat lalai ini dengan erti sebenar khusyuk dalam sembahyang. Khusyuk bukan setakat dapat menumpukan perhatian dan faham apa yang dibaca dalam sembahyang tetapi ialah dapat menimbulkan rasa-rasa dengan Tuhan. Kalau tidak ada rasa-rasa yang berubah dalam sembahayng seperti gerun, hebat, cinta, takut, berharap kepada Tuhan dan lain-lain, maka itu tanda tak khusyuk.
Lalai berpunca dari pengaruh dunia. Kalau dunia berada di hati,amat sukar untuk mendapat khusyuk dalam sembahyang. Dunia akan terbawa dalam sembahyang. Sebab itu kalau pun ada rasa di dalam sembahyang, hanyalah ada rasa-rasa keduniaan seperti seronok tadi baru berjumpa kawan atau rasa takut tengah-tengah sembahyang polis saman kereta kita salah parking atau tengah sembahyang, bimbang takut tak sempat pergi ke bank sebelum bank tutup dan sebagainya. Rasa-rasa ini ialah rasa dunia yang melalaikan, bukan rasa-rasa khusyuk.
Kalau kita berjalan-jalan dalam hutan dan keindahan hutan itu sangat mempengaruhi hati kita hingga apabila terserempak dengan harimau pun kita tak sedar dan tidak merasa takut, maka kita sebenarnya tidak kenal harimau. Kalau kenal, sudah tentu secara spontan kita rasa gerun dan takut. Begitu juga, kalau kita seronok dengan nikmat dunia ini hingga terbawa-bawa ke dalam sembahyang sampai kehadiran Tuhan sewaktu kita bersembahyang pun kita tak sedar, itu tanda kita tidak kenal Tuhan dan tidak terkesan atau terpengaruh dengan kehadiran Tuhan.
Sekiranya kita tidak kenal Tuhan, hanya setakat tahu dan percaya sahaja , kita tidak akan dapat rasa khusyuk. Paling tinggi ketauhidan kita hanya diperingkat akal atau fikiran sahaja kerana tahu dan percaya itu perkara akal. Kita dikatakan orang yang berfikiran tauhid, bukan yang berjiwa tauhid.
Mengenal Tuhan ialah langkah pertama untuk mendapat khusyuk. Setelah Tuhan kita kenal, barulah kita akan dapat merasakan kehebatan dan keagungan Tuhan dihati kita kerana kenal itu perkara hati. Barulah kita akan dapat rasa berTuhan. Selagi hati kita tidak dapat rasa berTuhan, ia tidak akan dapat rasa kehambaan dan ia tidak akan dapat rasa khusyuk.
Ada hadis berbunyi: “Awal-awal agama adalah mengenal Allah”
Maksudnya, selagi kita tidak kenal Allah, agak sukar untuk kita beragama. Kita tidak akan boleh khusyuk. Selagi kita tidak boleh khusyuk kita sebenarnya belum berjiwa Tauhid. Kalau kita belum berjiwa Tauhid kita tidak akan mampu mengamal dan menegakkan syariat Islam secara lahir dan batin. Mungkin kita boleh laksanakan syariat lahir tetapi batinnya kosong. Tidak ada khusyuk, tidak ada roh dan tidak ada jiwa. Padahal Islam itu mesti ada lahir dan batinnya.

الاثنين، 16 أبريل 2012

Renungan Buat Sang Suami



Suami adalah kepala rumah tangga, dialah nahkoda bahtera yang sedang mengarungi lautan kehidupan keluarga, dialah yang mengatur dan bertanggung jawab atas segala yang terjadi dalam rumah tanggal, khususnya hubungan suami istri.
Tugas berat ini bisa berjalan dengan baik, kalau seandainya adanya keharmonisannya dengan sang istri yang tercinta. Bukan suami saja yang berhak mendapatkan rasa kesenangan dari sang istri, tapi sebaliknya sang istri berhak juga mendapatkan hal itu dari sang suami. Dalam artikel yang singkat ini, ada beberapa poin sebagai renungan sang suami dalam rangka menjalin keharmonisan rumah tangga........

Wahai sang suami ....

Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?!!

Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?!!

Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya?!!

Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan meletakkannya di mulut sang istri, agar anda mendapat pahala?!!

Apakah termasuk susuh, kalau anda masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap : Assalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh agar anda meraih 30 kebaikan?!!

Apa yang membebanimu, jika anda menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!!

Tanyalah keadaan istrimu di saat anda masuk rumah!!

Apakah memberatkanmu, jika anda menuturkan kepada istrimu di saat masuk rumah : Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun.

Sesungguhnya, jika anda betul-betul mengharapkan pahala dari Allah walau anda letih dan lelah, anda mendekati sang istri tercinta dan menjimaknya, maka anda mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda :Dan di air mani seseorang kalian ada sedekah.

Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah, jika anda berdoa dan berkata : Ya. Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya.

Ucapan baik adalah sedekah.
Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah.
Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan.
Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa.
Berhubungan badan mendapatkan pahala.

Renungan Buat Sang Istri


Istri dalam suatu rumah tangga memiliki peranan penting, disamping wajib menta`ati suami, sang istri adalah tempat menghilang rasa lelah dan payah suami.
Maka dalam tulisan pendek ini ada beberapa renungan buat sang istri agar rumah tangga itu tetap berbahagia, dan harmonis, silahkan disimak. 

Wahai sang Istri ....

Apakah akan membahayakan dirimu, kalau anda menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi senyum yang manis di saat dia masuk rumah.?

Apakah memberatkanmu, apabila anda menghapus debu dari wajahnya, kepala, dan baju serta mengecup pipinya.?!!

Apakah anda akan merasa sulit, jika anda menunggu sejenak di saat dia memasuki rumah, dan tetap berdiri sampai dia duduk.!!!

Mungkin tidak akan menyulitkanmu, jika anda berkata kepada suami : Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku.

Berdandanlah untuk suamimu -harapkanlah pahala dari Allah di waktu anda berdandan itu, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan- pakailah parfum, dan bermake up-lah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu.

Jauhi dan jauhilah bermuka asam dan cemberut.

Janganlah anda mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang akan merusak dan mengacaukan keharmonisanmu dengan suami.

Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah.

Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah-lambut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan mengira hal-hal yang jelek terhadap dirimu.

Selalulah berada dalam keadaan lapang dada, hati tentram, dan ingat kepada Allah setiap saat.

Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya.

Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya.

Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir, perbanyaklah membaca Al-Quran terutama surat Al-Baqarah, karena surat itu dapat mengusir syeitan.

Hilangkanlah dari rumahmu foto-foto, alat-alat musik dan alat-alat yang bisa merusak agama.

Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam, doronglah dia untuk melakukan puasa sunat, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan jangan anda menghalanginya untuk menjalin hubungan siraturrahim dengan karib kerabatnya.

Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu, suamimu, serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. Berdoalah kepada Allah, agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa dan mencintai orang yang nyinyir dalam meminta. Allah berfirman:Dan Rabbmu berkata : serulah Aku niscaya Aku penuhi doamu (Al-Ghafir : 60).

Muslimah Cantik, Bermahkota Rasa Malu



“Muslimah cantik, menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang sahabat)

Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau untuk merenunginya, sungguh terdapat makna yang begitu dalam. Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,

الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر

“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)

Begitu jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.

Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita—yang seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya, menjadi tak lagi bermakna. Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek kesenangan nafsu. Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri yang seringkali berbangga diri dengan mengatasnamakan emansipasi, mereka meninggalkan rasa malu untuk bersaing dengan kaum pria.

Allah telah menetapkan fitrah wanita dan pria dengan perbedaan yang sangat signifikan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam akal dan tingkah laku. Bahkan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 228 yang artinya; ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang sepatutnya’, Allah telah menetapkan hak bagi wanita sebagaimana mestinya. Tidak sekedar kewajiban yang dibebankan, namun hak wanita pun Allah sangat memperhatikan dengan menyesuaikan fitrah wanita itu sendiri. Sehingga ketika para wanita menyadari fitrahnya, maka dia akan paham bahwasanya rasa malu pun itu menjadi hak baginya. Setiap wanita, terlebih seorang muslimah, berhak menyandang rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.

Sayangnya, hanya sedikit wanita yang menyadari hal ini…

Di zaman ini justeru banyak wanita yang memilih mendapatkan mahkota ‘kehormatan’ dari ajang kontes-kontes yang mengekspos kecantikan para wanita. Tidak hanya sebatas kecantikan wajah, tapi juga kecantikan tubuh diobral demi sebuah mahkota ‘kehormatan’ yang terbuat dari emas permata. Para wanita berlomba-lomba mengikuti audisi putri-putri kecantikan, dari tingkat lokal sampai tingkat internasional. Hanya demi sebuah mahkota dari emas permata dan gelar ‘Miss Universe’ atau sejenisnya, mereka rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya. Naudzubillah min dzaliik…

Apakah mereka tidak menyadari, kelak di hari tuanya ketika kecantikan fisik sudah memudar, atau bahkan ketika jasad telah menyatu dengan tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu? Ketika telah berada di alam kubur dan bertemu dengan malaikat yang akan bertanya tentang amal ibadah kita selama di dunia dengan penuh rasa malu karena telah menanggalkan mahkota kemuliaan yang hakiki semasa di dunia.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128) Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/191)

Dalam sebuah kisah, ‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha pernah didatangi wanita-wanita dari Bani Tamim dengan pakaian tipis, kemudian beliau berkata,

إن كنتن مؤمنات فليس هذا بلباس المؤمنات وإن كنتن غير مؤمنات فتمتعينه

“Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.” (disebutkan dalam Ghoyatul Marom (198). Syaikh Al Albani mengatakan, “Aku belum meneliti ulang sanadnya”)

Betapa pun Allah ketika menetapkan hijab yang sempurna bagi kaum wanita, itu adalah sebuah penjagaan tersendiri dari Allah kepada kita—kaum wanita—terhadap mahkota yang ada pada diri kita. Namun kenapa ketika Allah sendiri telah memberikan perlindungan kepada kita, justeru kita sendiri yang berlepas diri dari penjagaan itu sehingga mahkota kemuliaan kita pun hilang di telan zaman?

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13)

Wahai, muslimah…

Peliharalah rasa malu itu pada diri kita, sebagai sebaik-baik perhiasan kita sebagai wanita yang mulia dan dimuliakan. Sungguh, rasa malu itu lebih berharga jika kau bandingkan dengan mahkota yang terbuat dari emas permata, namun untuk mendapatkan (mahkota emas permata itu), kau harus menelanjangi dirimu di depan public.

Wahai saudariku muslimah…

Kembalilah ke jalan Rabb-mu dengan sepenuh kemuliaan, dengan rasa malu dikarenakan keimananmu pada Rabb-mu…

الجمعة، 13 أبريل 2012

MUSLIMAH....

Kenapa aku tak cantik? Bilalah aku nak cantik macam dia? Pernah tak anda terfikir macam ini? Manusia memang tidak pernah puas dan selalu inginkan kesempurnaan. Sebenarnya manusia semua sama di sisi Allah, mungkin ada hikmah Allah tak kurniakan kita kecantikan yang boleh membuatkan orang terpegun, hormat dan mencemburui kita. Tapi sebenarnya semua wanita yang Allah jadikan itu cantik.
Aku Seorang Muslimah Yang Cantik

Allah s.w.t. berfirman:
“Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.”
“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.”
“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.”
“Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.”
Setiap Wanita Itu Cantik
“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.”
“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.”
” Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.”
Jadi, ingatlah wanita semua. Kecantikan luaran atau fizikal itu tidak penting. Apa yang penting kecantikan amalan kita menentukan darjat kita di sisi Allah S.W.T. Jangan risau bagi yang sering tidak puas hati dengan diri sendiri. Allah tidak tengok pun semua itu. Yang paling penting AMALAN BAIK kita. IBADAH kita kepadaNya. Tapi, kita ini sebagai seorang Muslim, penting juga mengamalkan kebersihan, kekemasan, dan bersederhana dalam semua perkara yang kita lakukan.
Setiap Wanita Itu Cantik
Bak kata-kata hikmah; “Kalau hati baik, wajah sentiasa cantik. Kalau budi pekerti baik, indahlah diri kita.”

الأربعاء، 11 أبريل 2012

* WANITA SOLEHAH *
Wanita solehah itu aurat dijaga,
Pergaulan dipagari,
Sifat malu pengikat diri,
Seindah hiasan di dunia ini.

Keayuan wanita solehah itu,
tidak terletak pada kecantikan wajahnya,
Kemanisan wanita solehah,
tidak terletak pada kemanjaannya,
Daya penarik wanita solehah itu,
Bukan pada kemanisan bicaranya yang mengoncang iman para muslimin,
Dan bukan pula terletak pada kebijaksanaannya bermain lidah, memujuk rayu,

Bukan dan tidak sama sekali,
Kepetahan wanita solehah,
Bukan pada barang kemas atau perihal orang lain,
Tapi pada perjuangannya meningkatkan martabat agama.

Nafsu mengatakan wanita cantik dengan paras rupa yang indah bak permata yang menyeri alam,
Akal mengatakan wanita cantik atas kemajuan dan kekebalannya dalam ilmu serta pandai dari segala aspek,
Hati menyatakan kecantikan wanita hanya pada akhlaknya,
Itupun seandainya hati itu bersih untuk menilai.

Wahai wanita jangan dibangga dengan kecantikan luaran,
kerana satu hari nanti ianya akan lapuk di telan zaman,
Tetapi jaga dan peliharalah kecantikan dalaman,
Agar diri ini bersih dan sentiasa mendapat Rahmat ilahi,

Wahai wanita jangan berbangga dengan ilmu duniawi yang kau kuasai,
kerana ada lagi manusia yang lebih berpegetahuan darimu,
Wahai wanita jangan pula berdukacita atas kekurangan dirimu,
kerana ada lagi insan yang lebih malang darimu,
Wahai wanita solehah jangan dirisau akan jodohmu,
Kerana muslimin yang bijaksana itu tidak akan terpaut pada wanita hanya kerana kecantikannya,
Bersyukurlah diatas apa yang ada,
Serta berusaha demi keluarga, bangsa dan agama.

Salam perjuangan untuk sahabatku,
Wanita solehah.


"Wanita hiasan dunia, Seindah hiasan adalah wanita solehah"

الأحد، 11 مارس 2012

Ni berdasarkan pengalaman kawan kepada kawan kawan aku (siapakah dia?entahlah.hehe). Aku cuma nak kongsikan kepada korang semua pasal ketelanjuran kawan kepada kawan aku ni. Ceritanya macam ni.

Pada suatu hari, Gadis berkenalan dengan Jejaka. Pada mulanya, Jejaka langsung tidak menunjukkan sikap hidung belang badan berbirat dia tuh. Alim-alim kucing la gitu. Duduk berdua pun setakat 1 kilometer jauhnya. Nak bercakap pun malu-malu. Apalagi nak pegang-pegang.

Erkk,, abaikan pistol tu taw ! haha


Hari berganti hari. Minggu bersalin bulan. Gadis dan Jejaka menjadi semakin intim. Kini, mereka sudahpun tidak malu-malu arnab lagi untuk dating bersama. Mereka dah berani untuk keluar berdua. Dan kini, dah pandai dah jalan pegang tangan tu mak oiii ! *sila belasah mereka jom.huhu

Tengoklah Gadis dan Jejaka tuh !

Hormon kegatalan dan kemiangan Gadis dan Jejaka semakin bertambah dari hari ke hari. Hinggalah suatu hari ni. Mungkin Jejaka dah bosan asik pegang tangan je. Jadi, dia cubalah mintak yang lebih. Mulanya Jejaka takut la jugak permintaannya ditolak mentah-mentah. Tapi, bagai orang mengantuk dapat tilam, Gadis pun menunaikan permintaannya.

Sekarang dah duduk satu sentimeter je

"Sayang, Abang nak pegang-pegang sikit badan Sayang boleh tak? Bosanlah asek pegang tangan je. Abang nak jugak rasa kelembutan badan Sayang macam mana. Mesti lagi lembut kan?", goda Jejaka dengan miangnya.

Tanpa rasa segan silu, Gadis pun menjawab," Abang buatlah apa yang Abang nak. Cinta Sayang hanya untuk Abang sahaja. Sayang cinta Abang selamanya.". Dengan manjanya, Gadis pun melentokkan kepalanya ke atas Jejaka dan membiarkan sahaja jari- jemari Jejaka berjalan-jalan di atas muka bumi Gadis. Kedua-dua manusia tu pun leka dan syiokk dengan nikmat yang baru dirasai mereka.

Maka, syaitonnirajim yang berada di sekeliling mereka pun bergelak ketawa keriangan kerana hasutan mereka berjaya. Tumbanglah lagi anak Adam dalam godaan maksiat


Dua bulan kemudian.

"Abang, Sayang mengandung anak Abang."

"Huh. Dasar perempuan sial ! Berani kau cakap itu anak aku?! Entah-entah anak jantan mana entah kau mengandungkan tu. Tak pasal-pasal aku pulak yang kena bertanggungjawab atas anak kau dengan jantan lain. Kau tu perempuan murahan. Entah berapa ramai lagi entah jantan yang kau dah tidur sama."

"Abang, itu anak abang ! Sayang tak pernah tidur dengan sesiapa melainkan Abang. Abang, Sayang hanya cinta Abang seorang"

"Huh. Pergi mampus la dengan sayang kau tuh!"

Gadis dan Jejaka bergaduh la !

Maka, Gadis tu pun menangis sepuas-puasnya kerana nasibnya yang malang. Dia sudah tak tahu untuk berbuat apa lagi memandangkan dirinya yang dah tak suci dan

                     "CUT!!!!!"

Weyh, aku malas la nak citer pasal perempuan yang cari pasal tu mahupun lelaki yang tak bertanggungjawab tu. Aku cuma nak bagitahu. Lain kali, kalau pakwe korang nak pegang atau cium korang kan (bagi perempuan), korang buat je apa yang aku cakap ni ye. And action !



"Sayang, Abang nak pegang dan cium Sayang sikit boleh tak?", Pinta Si Pakwe dengan nada gediknya.

"Em, boleh." sambil tunduk dan mula menanggalkan kasut.

"Eh, Abang cuma nak cium je. Kenapa Sayang tanggalkan kasut??"

"Larh, kata nak cium. Ni Sayang nak cium mulut Abang guna tapak kasut Sayang lah!", jawab korang sambil tonyoh je tapak kasut korang kat mulut Pakwe korang tu. Lagi sedap kalau korang baru je pijak taik kucing. hehe

Kalau kena cium dek tapak kasut tajam macam ni lagi sedap maa.. Boleh buta terus ! haha


"Huh! Padan muka ! Belum kahwin dah gatal sana sini ! Kita putus !", sambil cium mulut dia ngan tapak kasut sekali lagi dan terus lari lelaju. Mesti nanti dia cakap,

"Perempuan $%*&$#^&&^$$!!"


Ha, tengok ! baru kena macam tu korang dah kena maki hamun. Nampak sangatlah Pakwe korang tu hanya nakkan body korang bukannya hati korang ye.

Haha. Lelaki ni, kalau nak tahu dia ni macam mana, tengok time dia marah dan mengamuk. Just perati dan dengar je perkataan apa yang akan dikeluarkannya. Kalau dia cakap tak elok, maka, seluruh hatinya dah membusuk. Kalau dia tengah marah tahap gaban tapi masih mampu mengingati Allah, maka, dialah yang terbaik buatmu (Woi,,tapi kalau dah pegang-pegang korang tu, bukan baik namanya !)


notakaki : Bercinta selepas kahwin. Itu yang nikmatnya ! 


الثلاثاء، 14 فبراير 2012





alhmdlillah.....kawan sy,awathif dh slamat diijabkabulkan bersama pilihan hatinya....moge ALLAH meredhai kalian dan kekal hingga ke syurga.....=)...brokALLAHulakuma......
Pertemuan dan Perpisahan.
Suatu pertemuan adalah
Detik permulaan suatu hubungan
Namun sepanjang mana ia
Mampu bertahan, ia
Pasti diakhiri suatu perpisahan.
Ia bukanlah penghujung
Perjuangan hidup,
Pertemuan lain pasti berlaku,
Membuka lembaran baru,
Sebuah perhubungan.
Biar perpisahan itu jadi memori,
atau dijadikan semangat
Bagi mencapai kemahuan yang,
tergendala secara tiba-tiba.
Bangunlah teman!
Tabahkan hati, teruskan berjuang,
Masih ada pertemuan lain,
Menanti di hadapanmu.
Hinggalah saat itu tiba..,
Kau pasti tak bisa berdalih,
Dan tak bisa melawan ketentuanNya.
Bertemu yang Maha Esa,
Lalu, mengakhiri segala,
Hubungan duniawi.
 

kenangan ini akan diingati selamanya....thanks to u all,4 jelawai...i gonna miss u all......
 

الأحد، 18 ديسمبر 2011

sahabattttttttttt,....

 Ingati daku....
Seandainya aku lupa pada Tuhan
Diwaktu kelapangan dan kesibukan
Dan juga kesenangan dan kesusahan


Ingati daku
Zahir dan batinku dengan keislaman
Jangan pula aurat kudidedahkan
Semakin singkat tipis dan dijarangkan


Ingati daku
Hakikat ini milik yang Maha Kuasa
Diserahkan jiwa dan raga
Menjadi tumpuan hati buat segala-galanya


Ingati daku
Untuk menjadi sahabat yang baik
Cintakan kedamaian
Kisah akhirat sebagai peringatan


Ingati daku
Untuk bercinta hanya keranaNya
Mengutamakan sifat seorang yang beriman
Supaya Menjadi benteng kukuh hasutan syaitan

 Biar setinggi mana ombak DUGAAN melanda

Biar seganas mana badai MASALAH menghempas

Tanamkanlah sauh KETETAPAN IMAN

Agar tidak berganjak HALUAN...

الثلاثاء، 6 سبتمبر 2011





GAMBAR2 RAYER KAMI....GENG2 SPMO6....














GMBAR FAMILY TERSAYANG :
 YG DI BLAKANG DR KIRI, ABG SYAM DAN ANAKNYA,ALEESYA...PAS2 ABG DIN, UMMI, ABOH, ABANG NUAR,CUDIN...

YG DPAN PLOP DR KIRI K.YAH,K.TIAH( K.IPAR), NAJIHAH, CMAH, TINI, K.NOR (K.IPAR)DAN ANAKNYA,ALYA..PASTU AKU (ADAH), DAN PEHAH.....
 TAMBAH AG TP XDOP DALAM GAMBO...ANAK SDARE,AUNI FAQIHAH DAN MOHD HAZIM.....




YG NI PLOP,KAWAN2 SKOLAH DLU...

ATAS :
"ADAH" , LIDA, AIN

BAWAH :
FAZA,AWATHIF,MIRA,FIHAH..

الاثنين، 15 أغسطس 2011


 TQ FOR : MADAM SAKINAH AHMAD

LELAKI :
EJAT,HANIF,MUBIN,PIEY,APIZ,LIE,AKIM,
MAIL,USOP,FAKHRI....

PEREMPUAN :
ADAH,MIZA,CDAH,K.HA,K.WANI,K.FIK,
K.ESAH,LAYLA,NA,LAH,K.NABILAH,K.PAH,
K.ANI,MARIAM,HUSNA,SHILAH,RUZILAH,
MAI,FARAH,RUHUL,MAZ,K.MAJDA,AZIE...





ISMP CHAMPIONSHIPS 2011...
27.12.2011
SMOGE ISMP TRUS MAJU DAN BERJAYA.....
CAYOK2X....